Bukan Sekadar 3 Poin, Ini Pesan Tersembunyi di Balik Kemenangan PSIS vs Persipal Palu 2-0

PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan penting 2-0 atas Persipal Palu dalam laga pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (3/1/2026) malam. Tiga poin ini memiliki makna jauh lebih dalam dari sekadar angka di papan skor, menandai sebuah sinyal kebangkitan krusial bagi Laskar Mahesa Jenar yang berjuang keras meninggalkan dasar klasemen Liga 2.

Kemenangan di hadapan publik sendiri ini menjadi dorongan moral yang sangat dibutuhkan PSIS, yang sebelumnya terperosok di posisi juru kunci. Gol-gol yang dicetak oleh Krisna Jhon pada menit ke-28 dan Amir Hamzah di menit ke-91 tidak hanya mengamankan poin penuh, tetapi juga menegaskan determinasi tim untuk melawan ancaman degradasi, memberikan harapan baru bagi suporter setia Panser Biru dan Snex.

Momentum Krusial di Jatidiri

Duel antara PSIS Semarang dan Persipal Palu di Stadion Jatidiri berlangsung dalam tensi tinggi, mengingat posisi kedua tim yang sama-sama berada di papan bawah klasemen. PSIS yang tampil di kandang sendiri menunjukkan agresivitas sejak menit awal. Peluang demi peluang diciptakan, namun baru pada menit ke-28, kebuntuan pecah melalui sundulan Krisna Jhon yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Habil Akbar. Gol ini memantik semangat tim tuan rumah dan disambut gegap gempita oleh ribuan suporter yang memadati stadion.

Skor 1-0 bertahan hingga jeda, namun PSIS tidak mengendurkan tekanan di babak kedua. Meskipun Persipal Palu mencoba bangkit dan melakukan beberapa serangan balik, lini pertahanan PSIS tampil solid. Gol penentu kemenangan akhirnya tercipta di masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-91, melalui aksi Amir Hamzah yang memanfaatkan asis dari Luan. Gol ini tidak hanya mengunci kemenangan 2-0, tetapi juga menjadi penutup dramatis sebuah laga yang sarat tekanan.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi PSIS dalam menciptakan ancaman. Meskipun penguasaan bola relatif seimbang (49 persen untuk PSIS berbanding 51 persen untuk Persipal), Laskar Mahesa Jenar jauh lebih unggul dalam agresivitas serangan berbahaya dengan 62 kali berbanding 49 milik Persipal. PSIS juga mendominasi tendangan sudut dengan 13 sepak pojok, sementara tim tamu hanya lima. Dari 11 tembakan tepat sasaran PSIS, Persipal hanya mampu melepaskan dua. Kemenangan ini membuat PSIS Semarang naik satu tingkat ke peringkat sembilan dengan delapan poin, meninggalkan posisi juru kunci. Sementara itu, kekalahan ini membuat Persipal Palu harus rela terperosok ke dasar klasemen sementara dengan enam poin.

Lebih dari Sekadar Angka: Dorongan Mental dan Dukungan Suporter

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, tidak menyembunyikan apresiasinya terhadap kerja keras para pemain. “Alhamdulillah ini tiga poin yang memang kami butuhkan. Apresiasi luar biasa untuk seluruh pemain yang sudah berjibaku selama 90 menit,” ujarnya usai pertandingan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang hadir langsung maupun yang menyaksikan dari rumah, berharap dukungan di stadion semakin besar pada laga-laga berikutnya. Kembalinya suporter setia Panser Biru dan Snex di Stadion Jatidiri menjadi suntikan moral yang nyata bagi para pemain tuan rumah.

Bagi PSIS, kemenangan ini merupakan “pelepasan beban, sekaligus sinyal keras bahwa Mahesa Jenar belum menyerah pada musim”. Gol telat di menit ke-91 bukan hanya menambah angka, melainkan menegaskan bahwa tim yang lama terjebak di papan bawah masih memiliki nyali, tenaga, dan keyakinan untuk melawan keadaan. Gelandang PSIS, Safna Delpi, juga mengakui bahwa kemenangan ini menjadi dorongan besar bagi mental tim. “Alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin. Kemenangan ini kami persembahkan untuk warga Semarang, terutama yang hadir langsung di stadion. Semoga ke depan kami semakin kompak dan bisa meraih hasil terbaik lagi,” tuturnya.

Kondisi PSIS Semarang yang sebelumnya mencatat satu kemenangan, dua imbang, dan sembilan kekalahan dari 13 laga terakhir, dengan rata-rata gol 0.8 per pertandingan, menunjukkan betapa krusialnya kemenangan ini. Perombakan skuad yang dilakukan tim ini memberikan harapan akan kebangkitan.

Tantangan ke Depan: Konsistensi dan Jalur Aman

Meski berhasil keluar dari zona juru kunci, perjalanan PSIS Semarang di Pegadaian Championship 2025/2026 masih panjang dan penuh tantangan. Mereka perlu menjaga konsistensi performa untuk terus menjauh dari bayang-bayang degradasi. Dengan delapan poin, PSIS kini memiliki nilai yang sama dengan Persipal Palu, namun unggul secara head to head. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan bawah Liga 2.

Pelatih Jafri Sastra dan skuadnya kini dihadapkan pada tugas berat untuk mempertahankan momentum ini. Dukungan suporter yang kembali bergelora di Jatidiri akan menjadi modal berharga dalam menghadapi laga-laga berikutnya. Kemenangan atas Persipal Palu adalah langkah awal yang signifikan, sebuah pesan tegas dari Semarang bahwa Laskar Mahesa Jenar siap berjuang habis-habisan untuk mengamankan posisi mereka di Liga 2.