Bukan Sekadar 3 Poin, Ini Pesan Tersembunyi di Balik Kemenangan Malut United vs PSBS Biak 6-2

Malut United FC mengukuhkan statusnya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah melibas PSBS Biak dengan skor telak 6-2. Laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, Minggu (4/1/2026) siang WIB, ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan sebuah deklarasi ambisi dan potensi dari tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut.

Kemenangan besar ini menempatkan Malut United untuk sementara di posisi ketiga klasemen Super League dengan raihan 34 poin, menunjukkan konsistensi performa mereka di musim ini. Sementara itu, kekalahan telak ini semakin memperparah kondisi PSBS Biak yang terdampar di posisi ke-15 dengan hanya mengumpulkan 13 poin, menegaskan tantangan berat bagi juara Liga 2 musim 2023/2024 itu di kompetisi teratas.

Dominasi Mutlak di Kie Raha

Sejak awal pertandingan, Malut United menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan di hadapan pendukungnya. Gelombang serangan yang dilancarkan anak asuh Hendri Susilo menghasilkan gol pembuka pada menit ke-16 melalui aksi Gustavo Franca. Keunggulan tersebut digandakan oleh Yakob Sayuri pada menit ke-40, memanfaatkan umpan matang dari Tyronne de Pino, menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Malut United tidak mengendur. Tyronne de Pino, yang sebelumnya menjadi kreator, kini mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-51. Hanya berselang lima menit, David Da Silva turut menyumbangkan gol keempat bagi tuan rumah, memperlebar jarak menjadi 4-0.

PSBS Biak sempat memberikan perlawanan dengan gol balasan dari Yano Putra pada menit ke-69. Namun, Malut United tak membiarkan momentum berpihak pada lawan. Sebuah pelanggaran di kotak terlarang pada menit ke-75 berbuah penalti yang sukses dieksekusi oleh Ciro Alves, menjadikan skor 5-1. PSBS Biak kembali memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras Heri Susanto pada menit ke-80, namun gol Fretz Butuan di masa injury time memastikan kemenangan telak 6-2 untuk Malut United.

Malut United: Sinyal Ambisi di Papan Atas

Kemenangan besar atas PSBS Biak ini menjadi penegas posisi Malut United sebagai tim debutan yang mampu bersaing di papan atas Super League. Sebagai tim yang baru promosi ke Liga 1 pada musim 2024/2025 setelah finis di posisi ketiga Liga 2 2023/2024, Malut United telah menunjukkan performa menjanjikan. Bahkan, pada musim debutnya di Liga 1 (2024-2025), mereka berhasil finis di posisi ketiga dan lolos ke ASEAN Club Championship 2025-2026.

Performa impresif ini didukung oleh gaya bermain menyerang yang agresif. Malut United tercatat memiliki rata-rata 1.73 gol per pertandingan di Liga 1 musim ini, dengan Ciro Alves sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan 5 gol dan Tyronne de Pino memimpin daftar assist dengan 4 umpan. Kemenangan 6-2 ini tidak hanya menambah tiga poin krusial, tetapi juga mengirimkan pesan jelas kepada kontestan lain bahwa Laskar Kie Raha memiliki kapabilitas untuk menantang gelar juara dan mempertahankan posisi di kompetisi elit.

PSBS Biak: Tantangan Berat Juara Liga 2 di Kasta Tertinggi

Bagi PSBS Biak, kekalahan telak ini menjadi pukulan berat dalam perjuangan mereka di Super League. Setelah berhasil meraih gelar juara Liga 2 musim 2023/2024 dan promosi untuk pertama kalinya ke Liga 1, Badai Pasifik menghadapi realitas yang jauh lebih keras di kasta tertinggi. Mereka saat ini berada di posisi ke-15 klasemen sementara, yang menempatkan mereka dalam zona degradasi.

Analisis pra-pertandingan menunjukkan bahwa PSBS Biak berada dalam performa buruk di Liga 1, hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima laga tandang terakhir mereka. Meskipun memiliki sejarah mencetak gol ke gawang Malut United di pertemuan sebelumnya, termasuk hasil imbang 1-1 dan kemenangan 3-1 bagi PSBS di laga Desember 2024, performa pertahanan Malut United yang cenderung rentan tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kekalahan 6-2 ini menyoroti perlunya evaluasi mendalam bagi tim asuhan Divaldo Alves untuk bisa bersaing dan bertahan di Super League.

Duel Penuh Gol dan Pertanyaan Pertahanan

Pertandingan ini juga menyoroti karakteristik Malut United yang ofensif namun terkadang meninggalkan celah di lini pertahanan. Meskipun mencetak enam gol, mereka juga kebobolan dua gol, melanjutkan tren di mana pertahanan mereka belum sepenuhnya solid. Dalam 15 pertandingan Liga 1 musim ini, Malut United telah kebobolan 15 gol, dengan rata-rata satu gol per pertandingan.

Karakter menyerang Malut United, yang rata-rata mencetak 1.73 gol per pertandingan, seringkali menciptakan ruang terbuka di belakang yang dapat dimanfaatkan lawan untuk serangan balik. Hal ini terbukti saat PSBS Biak mampu mencetak dua gol balasan, meskipun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Kemenangan telak ini, di satu sisi, menegaskan daya gedor Malut United, namun di sisi lain, juga menyisakan pekerjaan rumah bagi staf pelatih untuk memperkuat lini belakang demi menjaga konsistensi di sisa musim Super League.