Al-Nassr Terpuruk dengan Tiga Kekalahan Beruntun, Majed Abdullah Nilai Performa Cristiano Ronaldo Menurun

Rentetan hasil negatif yang dialami Al-Nassr di awal tahun 2026 memicu sorotan tajam, terutama terhadap sosok megabintang mereka, Cristiano Ronaldo. Klub asal Riyadh itu tercatat menelan tiga kekalahan beruntun di ajang Liga Arab Saudi, sebuah situasi yang jarang terjadi sejak kehadiran CR7.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap tim dan para pemain kunci semakin besar. Salah satu kritik paling keras justru datang dari internal klub sendiri, yakni legenda hidup Al-Nassr, Majed Abdullah, yang menilai performa Ronaldo tidak lagi berada di level terbaiknya.

Al-Nassr Gagal Bangkit di Awal Tahun

Al-Nassr membuka tahun 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Mereka harus mengakui keunggulan Al Qadsiyah dengan skor 1-2, lalu kalah dramatis 2-3 dari Al Ahli di kandang sendiri. Tren negatif itu mencapai puncaknya ketika Al-Nassr takluk 1-3 dari rival utama, Al Hilal, pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.

Tiga kekalahan beruntun tersebut membuat Al-Nassr kehilangan posisi puncak klasemen sementara. Al Hilal kini memimpin dengan 38 poin, sementara Al-Nassr harus turun ke peringkat kedua dengan koleksi 31 poin. Situasi ini jelas menjadi alarm bagi tim yang menargetkan gelar juara musim ini.

Performa Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan

Sebagai pemain paling berpengaruh di dalam skuad, Cristiano Ronaldo tak luput dari kritik. Meski selalu dipercaya tampil sejak menit awal dalam tiga laga tersebut, kontribusi sang kapten dinilai belum cukup untuk mengangkat performa tim.

Ronaldo memang mencetak dua gol dalam periode tersebut, salah satunya melalui titik penalti. Namun, bagi sebagian pengamat, termasuk Majed Abdullah, statistik itu belum mencerminkan dampak besar yang biasanya diharapkan dari pemain sekelas CR7, terlebih di momen-momen krusial.

Kritik Tajam dari Majed Abdullah

Majed Abdullah, legenda sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Al-Nassr, secara terbuka menyampaikan pandangannya. Ia menilai bahwa level permainan Cristiano Ronaldo telah mengalami penurunan, terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi besar yang melekat pada dirinya.

“Dalam pandangan saya, level Ronaldo sudah menurun,” ujar Majed Abdullah, dikutip dari media Eram News. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Ronaldo bukan satu-satunya penyebab keterpurukan Al-Nassr saat ini.

Absennya Pemain Kunci Jadi Faktor Penting

Selain menyoroti Ronaldo, Majed Abdullah juga menekankan dampak besar dari absennya sejumlah pemain penting. Sadio Mane, yang biasanya menjadi duet berbahaya Ronaldo di lini depan, harus absen karena membela Timnas Senegal di ajang Piala Afrika 2025 sejak Desember lalu.

Tak hanya Mane, Al-Nassr juga kehilangan Mohamed Simakan yang berperan vital di lini belakang. Absennya dua pemain ini dinilai membuat keseimbangan tim terganggu, baik saat menyerang maupun bertahan.

Tekanan Meningkat di Riyadh

Dengan status Majed Abdullah sebagai ikon klub yang mencetak 189 gol dan mempersembahkan 11 trofi bagi Al-Nassr kritik yang ia lontarkan memiliki bobot besar. Tekanan kini berada di pundak Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya untuk segera bangkit, terutama jika ingin kembali merebut puncak klasemen dan menjaga asa juara tetap hidup.

Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian penting, baik bagi Ronaldo secara individu maupun bagi Al-Nassr sebagai sebuah tim yang tengah mencari kembali identitas terbaiknya.