2 Kunci Taktik Kemenangan PSIS Semarang Atas Persipal Palu dengan Skor 2-0

PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan krusial 2-0 atas Persipal Palu dalam lanjutan pekan ke-14 kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (3/1/2026) malam WIB, ini menjadi titik balik penting bagi Laskar Mahesa Jenar untuk keluar dari posisi juru kunci klasemen sementara.

Dua gol kemenangan PSIS dicetak oleh Krisna Jhon pada menit ke-28 dan Amir Hamzah di masa tambahan waktu babak kedua, memastikan tiga poin penuh di kandang sendiri. Hasil positif ini tidak hanya mendongkrak moral tim, tetapi juga mengangkat PSIS untuk sementara waktu meninggalkan zona degradasi.

Determinasi dan Pemanfaatan Bola Mati

Sejak peluit awal dibunyikan, PSIS Semarang menunjukkan determinasi tinggi untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukung setia mereka, Panser Biru dan Snex, yang kembali memadati Stadion Jatidiri. Tim asuhan pelatih Jafri Sastra tampil agresif sejak menit pertama, berulang kali menciptakan peluang berbahaya ke lini pertahanan Persipal Palu.

Kunci pembuka keunggulan PSIS datang dari skema bola mati yang dieksekusi dengan cermat. Pada menit ke-28, Krisna Jhon sukses memanfaatkan tendangan bebas terukur dari Habil Akbar dari sisi kanan lapangan, menjebol gawang Persipal dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini memecah kebuntuan dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain PSIS.

Meskipun Persipal Palu berusaha membalas dan menciptakan beberapa ancaman, lini pertahanan PSIS yang digalang dengan solid mampu meredam setiap serangan lawan. Pelatih Persipal Palu, Andhika Mulia Pratomo, mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan Mahesa Jenar. PSIS terus mendominasi permainan, terutama di awal babak kedua, meskipun beberapa peluang, termasuk tendangan Luan Dias, belum menemui sasaran.

Strategi Khusus dan Semangat Juang Tinggi

Pelatih kepala PSIS Semarang, Jafri Sastra, dalam sesi jumpa pers usai laga, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemain atas semangat juang yang luar biasa. “Alhamdulillah kita sangat bersyukur. Ini tiga poin yang memang kami butuhkan. Apresiasi yang sangat luar biasa untuk seluruh pemain. Mereka berjibaku di lapangan, tidak berdiri selama 90 menit,” ujar Jafri.

Jafri Sastra juga mengungkapkan bahwa timnya telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Persipal Palu. Ia meminta para pemain untuk merealisasikan skema permainan cepat dan berani yang telah dilatih. Momen gol kedua yang dicetak Amir Hamzah di masa tambahan waktu babak kedua, memastikan kemenangan 2-0, menunjukkan efektivitas strategi dan mentalitas pantang menyerah tim.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti mengingat perjalanan sulit PSIS Semarang di musim 2025/2026. Tim ini sebelumnya terdegradasi dari Liga 1 pada Mei 2025 setelah mengakhiri musim di posisi juru kunci Liga 1 2024/2025. Perjalanan di Liga 2 pun tidak mulus, ditandai dengan pergantian pelatih dan upaya perombakan skuad di bawah kepemimpinan CEO Datu Nova Fatmawati untuk menghindari degradasi ke Liga 3.

Dampak Kemenangan dan Harapan ke Depan

Dengan tambahan tiga poin ini, PSIS Semarang untuk sementara naik ke peringkat kesembilan klasemen dengan delapan poin, meninggalkan posisi juru kunci. Sementara itu, Persipal Palu harus rela turun ke dasar klasemen dengan lima poin, meskipun memiliki nilai yang sama, PSIS unggul secara head-to-head.

Kemenangan di kandang ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan PSIS Semarang untuk mengarungi sisa kompetisi. Dukungan penuh dari suporter yang kembali memadati stadion juga menjadi faktor penting yang diakui oleh tim. Pemain PSIS, Safna Delpi, turut menyampaikan rasa syukur dan berharap kemenangan ini menambah motivasi serta kekompakan tim ke depan.

Manajemen PSIS Semarang, di bawah CEO Datu Nova Fatmawati, terus berupaya melakukan perombakan dan pembenahan tim, termasuk merekrut sejumlah pemain anyar. Kemenangan atas Persipal Palu ini menegaskan bahwa strategi dan semangat juang yang diterapkan oleh Jafri Sastra mulai membuahkan hasil, memberikan harapan baru bagi Laskar Mahesa Jenar dalam misi mereka untuk bertahan di Liga 2.