Pedro Acosta Akui Sengaja Mengalah dari Martin demi Hindari Masalah Ban di MotoGP Amerika 2026
Balapan utama MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas menghadirkan strategi tak biasa dari Pedro Acosta. Pembalap muda Red Bull KTM Factory Racing itu mengaku sengaja membiarkan Jorge Martin menyalipnya pada pertengahan lomba demi menghindari potensi pelanggaran tekanan ban.
Keputusan tersebut terbukti krusial. Acosta akhirnya mengamankan podium di Austin, sehari setelah posisi ketiganya di Sprint Race dicoret akibat penalti tekanan ban minimum.
Situasi Tekanan Ban Depan Kembali Terjadi
Momen itu terjadi pada lap ke-14 dari total 20 lap. Martin menyalip Acosta untuk posisi kedua, yang sempat dianggap sebagai kesalahan pembalap KTM tersebut. Namun Acosta menegaskan, manuver itu sudah diperhitungkan.
“Sejujurnya, itu bukan kesalahan. Saya berada di situasi yang sama seperti kemarin dengan tekanan ban depan yang rendah,” ujar Acosta kepada MotoGP.com.
“Karena itu saya harus membiarkan seseorang menyalip dan mengikuti ritmenya.” lanjutnya.
Menurut Acosta, berada di belakang pembalap lain membantu menjaga suhu dan tekanan ban tetap dalam rentang aman sesuai regulasi. Ia juga ingin menghindari risiko masuk ke rombongan besar di belakangnya.
“Saya menunggu apakah Jorge bisa membuka jarak dari grup di belakang. Setelah dia di depan, memang butuh waktu untuk menemukan kembali ritme, tapi pada akhirnya kami bisa finis di podium.”
Kontak Keras dengan Bezzecchi di Lap Pembuka
Sebelum strategi itu dijalankan, Acosta lebih dulu terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi di tikungan awal lap pertama. Keduanya bersenggolan saat keluar tikungan menuju back straight setelah Acosta melebar akibat pengereman agresif dengan tangki bahan bakar penuh.
Kontak tersebut bahkan merusak sebagian perangkat aerodinamika di kedua motor, meski keduanya tetap bisa melanjutkan balapan.
“Itu jelas bukan cara terbaik memulai balapan, tapi beginilah racing. Dengan tangki penuh, mungkin saya terlalu memaksa di titik pengereman itu,” kata Acosta.
Drama Sejak Warm Up: Motor Sempat Rusak
Masalah Acosta sudah dimulai sejak pagi hari. Ia mengakui sempat terjatuh keras pada sesi warm up hingga merusak salah satu motor KTM RC16 miliknya.
Seluruh kru KTM, termasuk dari tim satelit, turun tangan membantu menyiapkan dua motor siap pakai untuk balapan utama.
“Saya membuat kekacauan di warm up. Terima kasih untuk semua kru KTM, bahkan tim Tech3 ikut membantu agar saya punya dua motor untuk balapan.”
Hasil di Austin membuat Acosta kembali ke Eropa dengan posisi ketiga klasemen sementara, tepat di belakang Martin dan Bezzecchi yang sama-sama menunggangi Aprilia.
Podium ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi kecerdasan membaca situasi balapan. Acosta menunjukkan kedewasaan taktik dengan mengorbankan satu posisi demi memastikan ia terhindar dari penalti kedua dan tetap mengamankan hasil maksimal.