— Mantan pembalap dan analis MotoGP, Neil Hodgson, menyoroti sikap tidak biasa yang ditunjukkan Marc Marquez di garasi Ducati Lenovo Team seusai seri MotoGP Amerika 2026.

Di saat banyak pembalap cenderung mengarah pada faktor teknis ketika performa menurun, Marquez justru berulang kali menegaskan bahwa kesulitannya di Austin bukan disebabkan oleh motor Ducati yang ia tunggangi.

Neil Hodgson: Marc Marquez Tak Boleh Jatuh di MotoGP Spanyol, Defisit 36 Poin Jadi Alarm Bahaya

Start dari P6 dan Sempat Kena Long Lap Penalty

Austin selama ini dikenal sebagai salah satu sirkuit favorit Marquez. Namun pada balapan kali ini, ia hanya memulai dari posisi keenam di grid.

Situasinya makin menantang setelah ia dijatuhi long lap penalty akibat insiden dengan Fabio Di Giannantonio saat Sprint. Meski demikian, Marquez mampu memulihkan posisi dan finis di urutan kelima pada balapan utama.

Momen menarik terjadi bukan di lintasan, melainkan di ruang debrief. Dalam cuplikan serial “Inside” yang dirilis Ducati di YouTube, Marquez terdengar berulang kali mengatakan, “Ini bukan salah motor.”

Hodgson: Sikap Seperti Ini Sangat Jarang di MotoGP

Berbicara di podcast Gas It Out, Hodgson mengaku terkesan dengan cara Marquez menyikapi situasi sulit tersebut.

“Anda Marc Marquez, masuk ke ruang debrief, dan yang dia lakukan hanya menyalahkan dirinya sendiri. Dia bilang, ‘Ini bukan salah motor’. Itu sangat jarang terjadi,” ujar Hodgson.

Menurut Hodgson, berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun di paddock, kebanyakan pembalap akan menunjuk kendala teknis ketika hasil tidak sesuai harapan.

Indikasi Marquez Belum 100 Persen Fit

Hodgson juga menilai ada faktor kondisi fisik yang memengaruhi performa Marquez. Ia mencontohkan bagaimana Marco Bezzecchi mampu membawa motor lebih rapat saat keluar dari rangkaian tikungan S di Austin, sesuatu yang dinilai tidak bisa dilakukan Marquez pada balapan tersebut.

Perbedaan itu, menurut Hodgson, mengindikasikan keterbatasan fisik Marquez, bukan kelemahan paket Ducati.

Terlepas dari kesulitannya di Austin, Marquez masih berada di posisi kedua di antara enam pembalap Ducati di klasemen sementara. Ia hanya terpaut lima poin dari Di Giannantonio yang membela VR46 Racing Team.

Sementara itu, Alex Marquez berada di posisi kedelapan, tepat di depan rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia. Kondisi ini memunculkan sinyal bahwa Ducati musim ini tidak sedominan sebelumnya.

Penundaan seri Qatar Grand Prix memberi waktu tambahan bagi Marquez untuk memulihkan kondisi fisiknya setelah cedera bahu yang sempat mengakhiri musimnya tahun lalu.

Marc Marquez Blak-blakan Soal Dampak Cedera di 2020: Performa Saya Tak Pernah Sama Lagi

Di sisi lain, jeda tersebut juga memberi Ducati waktu untuk mengevaluasi performa mereka menghadapi tekanan dari Aprilia di awal musim.

Jika kondisi fisik menjadi kendala utama Marquez sejauh ini, maka tambahan waktu istirahat bisa menjadi faktor penting yang mengubah peta persaingan saat musim kembali berjalan.