Detak.Media — Aprilia Racing meminta MotoGP memperjelas regulasi setelah manuver kontroversial Marc Marquez saat Sprint Race di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Sabtu, memicu perdebatan soal celah aturan masuk pit lane.
Manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, menilai aturan saat ini terlalu abu-abu sehingga memungkinkan situasi yang secara visual terlihat melanggar etika balap, namun secara regulasi tidak dapat dihukum.
Kronologi Manuver Masuk Pit yang Diperdebatkan
Hujan deras mengguyur lintasan pada fase akhir Sprint MotoGP Spanyol 2026. Sejumlah pebalap memilih masuk pit untuk mengganti motor.
Marquez yang berada di posisi kedua mengikuti Alex Marquez melewati pintu masuk pit di akhir lap kedelapan. Di tikungan terakhir, Alex melebar, sementara Marc terjatuh tepat di belakangnya. Setelah motornya kembali hidup, Marquez memotong bagian dalam tikungan terakhir dan melintasi trek untuk masuk ke pit lane.
Secara kasat mata, manuver tersebut terlihat seperti memotong jalur. Namun, regulasi MotoGP tidak mengatur secara spesifik dari titik mana pebalap wajib masuk pit. Satu-satunya larangan adalah tidak boleh melintasi garis putih di sisi dalam tikungan masuk pit saat balapan.
Karena Marquez tidak menyentuh garis tersebut, tidak ada penalti yang dijatuhkan.
Aprilia: Pit Entry Harus Didefinisikan Lebih Jelas
Bonora menilai insiden ini menunjukkan perlunya definisi yang lebih tegas soal prosedur masuk pit.
“Kami harus memperbaiki sesuatu yang belum terdefinisi dengan baik di regulasi. Pintu masuk pit harus jauh lebih jelas aturannya. Perlu dibahas apakah ada keuntungan yang didapat dari manuver tersebut,” ujar Bonora dalam siaran resmi MotoGP saat sesi Warm Up.
Sebelumnya, Johann Zarco juga menyuarakan keberatan serupa dengan menyebut manuver Marquez seperti kembali ke lintasan untuk mencari akses ke pit.
Insiden Tear-off Rugikan Marco Bezzecchi
Aprilia juga menyoroti aturan lain yang dinilai perlu ditinjau ulang, yakni larangan mencopot tear-off visor di grid.
Pebalap mereka, Marco Bezzecchi, mengalami start buruk meski memulai dari posisi keempat. Motor Bezzecchi mengalami spin hebat dan posisinya merosot hingga urutan ke-17.
Penyebabnya adalah tear-off milik Alex Marquez yang tersangkut di winglet depan motor Bezzecchi. Saat berhenti di grid, plastik itu jatuh tepat di depan ban belakang. Ketika start dilakukan, ban langsung kehilangan traksi karena menggilas plastik tersebut.
Regulasi saat ini melarang pebalap mencopot tear-off di grid demi alasan keselamatan. Namun menurut Bonora, insiden ini menjadi bukti aturan tersebut tidak lagi relevan sepenuhnya.
“Kami perlu menentukan area aman di mana pebalap boleh mencopot tear-off, misalnya di lintasan lurus sebelum sektor terakhir,” katanya.
Masalah juga menimpa Jorge Martin yang mundur di lap pertama karena kendala pengereman.
Bonora menegaskan tidak ada kerusakan teknis pada cakram rem depan. Aprilia masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Aprilia menegaskan pernyataan ini bukan bentuk protes hasil balapan, melainkan dorongan agar regulasi diperjelas demi mencegah kejadian serupa terulang.
Sprint di Jerez menjadi contoh bagaimana celah aturan bisa berdampak besar ketika kondisi balapan berubah drastis akibat cuaca, dan Aprilia berharap ada evaluasi cepat dari penyelenggara sebelum polemik serupa kembali terjadi di seri berikutnya.
Ikuti Detak.Media
