Detak.Media — Honda Racing Corporation (HRC) mengalihkan prioritas teknis mereka menjelang perubahan besar regulasi MotoGP 2027. Proyek pengembangan struktural Honda RC213V untuk musim 2026 disebut tidak lagi menjadi fokus utama, karena sumber daya pabrikan Jepang itu kini diarahkan ke motor generasi baru berkapasitas 850cc.
Arah ini terkonfirmasi dari pernyataan pembalap LCR Honda, Johann Zarco, usai rangkaian uji coba di Jerez. Ia menyebut Honda tidak lagi membawa komponen mayor untuk prototipe 1000cc, melainkan memusatkan perhatian pada proyek 2027.
Pembekuan Pengembangan Mesin 2026 dan Dampaknya
MotoGP 2026 menjadi fase transisi penting sebelum regulasi baru berlaku. Sejumlah pabrikan, termasuk Honda, masuk periode engine freeze (pembekuan pengembangan mesin) sesuai aturan konsesi.
Honda keluar dari konsesi terbawah (Rank D) setelah perolehan poin konstruktor mereka melewati ambang 35% pada evaluasi 2025. Artinya, bersama Ducati, Aprilia, dan KTM, Honda wajib menghomologasikan spesifikasi mesin final sebelum seri awal 2026 dan tidak dapat mengubahnya sepanjang musim.
Homologasi mesin dilakukan jelang seri pembuka di Thai Grand Prix. Setelah itu, pengembangan mesin praktis dihentikan, kecuali bila pabrikan kembali turun ke status konsesi rendah.
Situasi ini membuat Honda menilai bahwa investasi terbesar sebaiknya diarahkan ke proyek 850cc yang benar-benar baru, ketimbang memaksimalkan platform lama yang masa pakainya tinggal satu musim.
Pernyataan Zarco: Tidak Ada Komponen Baru
Zarco mengungkap bahwa pada tes terakhir, tidak ada part mayor baru yang dibawa Honda untuk RC213V 1000cc.
Menurutnya, kondisi ini justru membantu pembalap dan tim teknis fokus mencari base setup terbaik tanpa harus terus beradaptasi dengan pembaruan komponen. Konsistensi data menjadi lebih mudah dibaca, sementara tim pabrikan bisa memaksimalkan penyempurnaan lewat elektronik dan setelan detail.
Pernyataan ini memperkuat indikasi bahwa arah riset dan pengembangan HRC telah bergeser total.
Regulasi 2027 Memaksa Mulai dari Nol
Mulai 2027, MotoGP akan mengalami perubahan teknis terbesar dalam dua dekade terakhir:
- Mesin turun dari 1000cc ke 850cc
- Diameter silinder dibatasi 75 mm
- Aerodinamika dipangkas signifikan
- Ride-height device dihapus
- 100% bahan bakar berkelanjutan
- Pirelli menjadi pemasok ban tunggal
Perubahan ini membuat seluruh pabrikan, termasuk Honda, praktis harus memulai desain motor dari nol. Karena itu, waktu pengembangan menjadi aset paling berharga.
Meski fokus jangka panjang diarahkan ke 2027, Honda tetap menurunkan paket terbaik yang tersedia untuk musim 2026. Tim pabrikan yang diperkuat Joan Mir dan Luca Marini tetap mengandalkan evolusi terakhir RC213V.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Honda menerima 2026 sebagai musim optimalisasi paket yang ada, sembari mempersiapkan lompatan besar di era baru.
Sinyal Perencanaan Jangka Panjang Honda
Manuver Honda di bursa pembalap juga mulai dikaitkan dengan proyek 2027. Nama Fabio Quartararo beberapa kali disebut dalam rumor paddock sebagai target jangka panjang HRC untuk era 850cc.
Langkah ini mengindikasikan bahwa Honda tidak hanya membangun motor baru, tetapi juga menyiapkan fondasi tim dan pembalap untuk kembali bersaing di papan atas saat regulasi baru dimulai.
Keputusan menghentikan pengembangan besar RC213V 2026 bukan berarti Honda menyerah pada musim berjalan, melainkan bagian dari strategi besar menghadapi perubahan regulasi. Fokus penuh ke motor 850cc menjadi sinyal bahwa HRC ingin kembali memulai era baru MotoGP dengan paket yang benar-benar kompetitif sejak awal.
Ikuti Detak.Media
