Detak.Media — Mantan juara dunia Superbike yang kini menjadi analis MotoGP, Sylvain Guintoli, menilai Ducati Lenovo Team menghadapi momen krusial di MotoGP Spanyol 2026. Menurutnya, jika Ducati kembali kalah dari Aprilia Racing di Jerez, peluang mempertahankan gelar musim ini bisa terancam sejak awal.
Pernyataan itu disampaikan Guintoli dalam podcast Gas it Out, merujuk pada kontras performa kedua pabrikan di awal musim. Meski Ducati berstatus juara konstruktor musim lalu, performa mereka dinilai belum mampu menandingi lonjakan besar yang diperlihatkan Aprilia.
Aprilia Tampil Dominan Sejak Awal Musim
Aprilia memulai musim dengan sangat impresif. Motor RS-GP terbaru mereka langsung kompetitif di berbagai karakter sirkuit, menghasilkan kemenangan beruntun serta finis satu-dua dalam beberapa balapan awal.
Performa konsisten Jorge Martin dan Marco Bezzecchi membuat Ducati, yang diperkuat Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, terlihat kesulitan mengimbangi ritme balap rivalnya.
Guintoli menilai lompatan performa Aprilia bukan kebetulan. Pengembangan signifikan pada paruh kedua musim lalu dan selama jeda musim dingin membuat paket motor mereka berubah total dibandingkan awal musim sebelumnya.
“Aprilia sekarang tidak bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Paket mereka benar-benar baru. Jika mereka menang di Jerez, Ducati akan berada dalam masalah besar untuk sisa musim,” ujar Guintoli.
Jerez, Sirkuit Kuat Ducati yang Kini Jadi Tekanan
Balapan di Circuito de Jerez – Ángel Nieto selama ini dikenal sangat bersahabat bagi Ducati. Karakter tikungan cepat dan lambat di trek tersebut cocok dengan Desmosedici, bahkan Ducati mendominasi hasil di sana dalam beberapa musim terakhir.
Namun, reputasi itu justru berubah menjadi tekanan. Ducati tidak lagi hanya dituntut meraih poin, tetapi wajib menang untuk membuktikan bahwa mereka masih menjadi tolok ukur performa di MotoGP.
Guintoli menilai Ducati sebelumnya sempat mencari alasan atas kekalahan mereka di dua seri awal dengan menyebut faktor ban yang memberi keuntungan lebih pada Aprilia. Namun saat menggunakan ban standar di seri berikutnya, Aprilia tetap tampil dominan.
“Sekarang kembali ke Jerez, yang selama ini adalah halaman belakang Ducati. Mereka menang di sana selama bertahun-tahun. Marc Marquez juga sangat cepat di trek ini. Semua ada di garis pertaruhan. Tekanannya maksimal,” kata dia.
Kondisi Marc Marquez Bisa Jadi Pembeda
Sorotan juga tertuju pada kondisi fisik Marc Marquez. Pebalap asal Spanyol itu mendapat waktu pemulihan lebih panjang sebelum seri Jerez, setelah sebelumnya terkendala masalah bahu di awal musim.
Dengan kondisi yang diklaim lebih bugar, Jerez dinilai menjadi titik awal sebenarnya bagi Marquez untuk masuk dalam perebutan gelar. Rekam jejak kuatnya di sirkuit ini diharapkan mampu membantu Ducati membalikkan situasi.
Jika Marquez mampu tampil mendekati performa terbaiknya, Ducati berpeluang memutus dominasi Aprilia. Namun bila hasil kembali tidak memihak, dampaknya dinilai bukan hanya pada klasemen poin, tetapi juga kepercayaan diri tim.
Bukan Sekadar Balapan, Tapi Penentu Arah Musim
Bagi Guintoli, MotoGP Spanyol kali ini lebih dari sekadar satu seri dalam kalender. Hasil di Jerez bisa menjadi penentu arah psikologis persaingan musim ini antara Aprilia dan Ducati.
Kemenangan Aprilia di sirkuit yang selama ini menjadi kekuatan Ducati akan mempertegas perubahan peta persaingan. Sebaliknya, Ducati membutuhkan kemenangan untuk menghentikan momentum rivalnya sekaligus mengembalikan posisi sebagai referensi utama performa di grid MotoGP.
Akhir pekan di Jerez pun dipandang sebagai salah satu momen paling menentukan di fase awal musim, yang bisa berdampak panjang terhadap perburuan gelar juara dunia.
Ikuti Detak.Media
