Detak.Media — Para penggemar balap motor Indonesia kembali memusatkan perhatian ke ajang Moto3 World Championship yang memasuki seri keempat musim 2026 di Grand Prix Spanyol. Seluruh rangkaian akhir pekan balap digelar di Circuito de Jerez-Ángel Nieto mulai Jumat (24/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026).
Sorotan utama tentu tertuju pada pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang kembali turun bersama Honda Team Asia di kelas Moto3.
Sesi Latihan Bebas
Hari pertama di Jerez menjadi fase yang sangat penting bagi seluruh pembalap Moto3, termasuk Veda. Ia dijadwalkan menjalani dua sesi awal yang sangat menentukan, yakni Free Practice 1 (FP1) dan Practice.
- 14.00 – 14.35 WIB: FP1 Moto3
- 18.15 – 18.50 WIB: Practice Moto3
Berbeda dengan format lama, sesi Practice kini menjadi penentu langsung siapa saja 14 pembalap tercepat yang berhak otomatis lolos ke Kualifikasi 2 (Q2). Pembalap di luar posisi tersebut harus melalui Kualifikasi 1 (Q1) lebih dahulu.
Artinya, performa Veda di hari Jumat bukan sekadar pemanasan, melainkan fondasi posisi start yang sangat krusial untuk balapan hari Minggu.
Modal Kuat Veda di Jerez
Veda datang ke Jerez dengan bekal pengalaman yang tidak sedikit di sirkuit ini. Pada musim 2025, ia sukses meraih podium ketiga Race 1 ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup di trek yang sama.
Selain itu, Veda juga beberapa kali turun di Jerez saat berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship, membuat karakter lintasan sepanjang 4,4 km ini bukan hal baru baginya.
Jerez dikenal sebagai sirkuit teknikal dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat yang menuntut presisi racing line serta kestabilan pengereman. Karakter ini relatif cocok dengan gaya balap Veda yang halus dan presisi saat masuk tikungan.
Posisi Klasemen dan Momen Kebangkitan
Pembalap berusia 17 tahun tersebut saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 27 poin.
Veda mengawali musim dengan sangat menjanjikan, finis kelima di Thailand dan kemudian mencetak podium ketiga di Brasil—hasil yang membuat namanya langsung diperhitungkan di barisan depan. Namun, insiden terjatuh di Austin membuatnya gagal menambah poin dan turun di klasemen.
Jerez menjadi momentum ideal bagi Veda untuk bangkit. Kombinasi pengalaman, pemahaman karakter trek, serta kebutuhan mengamankan tiket langsung ke Q2 menjadikan sesi Jumat ini sangat menentukan arah akhir pekan balapnya.
Dukungan publik Indonesia diharapkan kembali menjadi energi tambahan saat Veda memulai perjuangannya di lintasan Spanyol hari ini.
Ikuti Detak.Media
