— Wakil Indonesia, Bandung BJB Tandamata, harus mengakui keunggulan klub Thailand, Supreme TIP Chonburi – E.Tech, pada set pertama laga pembuka AVC Champions League 2026 Putri, Minggu (27/4/2026) malam WIB.

Bertanding di The Mall Bang Kapi Convention Hall, Bangkok, Bandung BJB sebenarnya memulai set dengan performa meyakinkan sebelum akhirnya kehilangan momentum di poin-poin krusial dan menyerah 22-25.

Start Cepat, Empat Poin Beruntun

Sejak peluit awal, Bandung BJB langsung menekan. Empat poin beruntun berhasil diamankan untuk membuka keunggulan cepat. Pola serangan yang rapi dan pertahanan disiplin membuat Supreme Chonburi berada dalam tekanan.

Keunggulan terus terjaga hingga skor 10-5. Kapten tim Yolla Yuliana bersama setter Tiara Sanger mampu menjaga ritme distribusi bola dan variasi serangan di awal set.

Memasuki pertengahan set, Supreme Chonburi mulai menemukan pola permainan. Mereka memperbaiki kualitas receive dan memperketat blok di depan net hingga mampu menyamakan kedudukan 13-13.

Bandung BJB sempat kembali unggul tipis 14-13, namun setelah itu wakil Thailand mencetak tiga poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 16-14. Tekanan servis lawan mulai menyulitkan Bandung BJB mengembangkan serangan.

Duel Ketat di Poin Kritis

Bandung BJB menunjukkan perlawanan dengan menyamakan skor menjadi 20-20. Reli panjang dan adu ketahanan mental terjadi di fase ini.

Namun, kurangnya fokus di momen penentuan dimanfaatkan Supreme Chonburi untuk menjauh dan menutup set pertama dengan kemenangan 25-22.

Laga Krusial di Fase Grup

Turnamen yang berlangsung 26–30 April ini diikuti delapan klub terbaik Asia. Dua tim teratas akan lolos ke FIVB Volleyball Women’s Club World Championship.

Di Pool A, Bandung BJB bersaing dengan:

  • Supreme TIP Chonburi – E.Tech (Thailand)
  • Nakhonratchasima 3M Films VC (Thailand)
  • Mehregan Noor Club (Iran)

Sementara Pool B diisi oleh:

  • NEC Red Rockets Kawasaki (Jepang)
  • Beijing Arctic Ocean (Tiongkok)
  • Zhetysu (Kazakhstan)
  • Harudotchonburi RMUTT VC (Thailand)

Format ini membuat setiap pertandingan fase grup sangat krusial untuk menentukan posisi menuju babak delapan besar.

Dengan format fase grup sebelum perempat final, setiap set memiliki arti penting dalam perebutan posisi klasemen.

Hasil set pertama menunjukkan Bandung BJB mampu mengimbangi permainan lawan, namun perlu meningkatkan konsistensi di fase akhir set. Akurasi receive, variasi serangan, serta ketenangan di poin-poin kritis menjadi aspek yang perlu segera dibenahi untuk laga berikutnya.

Dukungan publik Indonesia diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi Yolla Yuliana dan rekan-rekan untuk bangkit pada set selanjutnya dan menjaga peluang lolos dari fase grup.