— Yamaha kembali memasarkan skuter listrik mungil bergaya klasik di Jepang. Model Yamaha E‑Vino resmi hadir pada 7 Mei 2026 dengan mengusung konsep retro-pop, bobot sangat ringan, serta baterai portabel yang bisa dilepas dan diisi daya di dalam ruangan menggunakan stopkontak rumah.

Kehadiran E-Vino menegaskan fokus Yamaha pada kendaraan listrik untuk mobilitas mikro perkotaan—ringkas, praktis, dan mudah digunakan oleh pemula sekalipun.

Desain Klasik, Format Sepenuhnya Elektrik

Secara tampilan, E-Vino mempertahankan bahasa desain skuter Vino bermesin bensin: lampu depan bulat, bodi membulat, dan warna pastel yang ikonik. Bedanya, seluruh sistem penggeraknya kini berbasis listrik, membuatnya senyap dan bebas emisi.

Bobot total skuter ini hanya sekitar 68 kilogram termasuk baterai, menjadikannya salah satu motor listrik paling ringan di kelasnya. Karakter ini membuat E-Vino sangat lincah untuk lalu lintas padat khas perkotaan Jepang.

Baterai Bisa Dicopot, Cas di Kamar Cuma 3 Jam

Salah satu fitur utama E-Vino adalah baterai lithium-ion 50V 12,2 Ah berbobot sekitar 6 kg yang dapat dilepas dengan mudah. Pengguna tidak perlu mencari stasiun pengisian khusus karena baterai bisa dibawa masuk ke rumah atau kamar kos, lalu diisi menggunakan listrik rumah tangga.

Waktu pengisian dari kosong hingga penuh memakan waktu sekitar 3 jam.

Kemudahan ini menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang tinggal di apartemen atau hunian tanpa akses parkir dengan sumber listrik.

Performa Halus dengan Mode Power dan Boost

E-Vino menggunakan motor sinkron AC dengan tenaga maksimum 1,2 kW dan torsi puncak 7,8 Nm. Karakternya difokuskan pada akselerasi halus dan efisiensi, bukan kecepatan tinggi.

Yamaha menyematkan:

  • Mode Standard
  • Mode Power
  • Fitur Boost selama 30 detik untuk tambahan dorongan saat menanjak

Dalam pengujian internal pada kecepatan konstan 30 km/jam, jarak tempuh diklaim mencapai 32 km dalam satu kali pengisian. Jika pengguna membawa baterai cadangan, jarak tempuh bisa mencapai sekitar 64 km.

Harga Resmi di Jepang dan Opsi Subsidi

Di Jepang, Yamaha menjual E-Vino dengan harga 314.600 yen termasuk pajak konsumsi 10 persen. Dengan kurs sekitar Rp110,82 per yen, nilainya setara ±Rp34,86 juta.

Sejumlah pemerintah daerah di Jepang juga menyediakan subsidi pembelian kendaraan listrik ringan, sehingga harga efektif yang dibayar konsumen bisa lebih rendah tergantung lokasi pendaftaran.

Pilihan warna yang tersedia dalam varian Pale Cyan Pearl 2 dan Bluish White Pearl 1.

Di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pernah membawa E-Vino pada 2017 dalam rangka studi pasar dan uji coba terbatas. Namun hingga kini belum ada rencana penjualan resmi.

Dengan jarak tempuh yang relatif pendek dan harga di atas motor listrik komuter lokal, Yamaha tampaknya masih menunggu momentum yang tepat sebelum benar-benar memasarkannya di Tanah Air.

Meski demikian, konsep E-Vino menunjukkan bagaimana motor listrik bisa tampil ringan, praktis, dan tetap bergaya tanpa harus mengandalkan spesifikasi besar.