Detak Media — Keputusan Persib Bandung menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala baru memunculkan banyak pertanyaan di kalangan bobotoh. Pasalnya, Tolic dipilih untuk menggantikan Bojan Hodak, sosok yang baru saja mengantar Maung Bandung mencetak sejarah lewat tiga gelar juara Super League secara beruntun.
Alih-alih merekrut pelatih anyar dengan nama besar, manajemen Persib justru memilih melakukan promosi internal. Keputusan tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Persib menilai Igor Tolic merupakan figur paling tepat untuk menjaga kesinambungan tim setelah era sukses Bojan Hodak.
Persib Prioritaskan Stabilitas dan Kesinambungan
Manajemen Persib menegaskan pergantian pelatih bukan sekadar perubahan figur di pinggir lapangan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang klub. Persib ingin mempertahankan fondasi kuat yang sudah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut kesinambungan menjadi faktor utama di balik keputusan menunjuk Igor Tolic.
“Coach Igor memahami kultur tim, mengenal karakter pemain, dan telah menjadi bagian dari perjalanan sukses yang diraih bersama dalam beberapa musim terakhir,” ujar Adhitia.
Menurutnya, menjaga stabilitas tim menjadi langkah penting agar Persib tetap kompetitif setelah sukses meraih hattrick juara liga pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Persib juga ingin meminimalkan risiko adaptasi yang biasanya muncul ketika klub mendatangkan pelatih baru dengan filosofi berbeda.
Sudah Memahami Karakter Pemain Persib
Salah satu nilai plus terbesar Igor Tolic adalah kedekatannya dengan skuad Persib. Pelatih asal Kroasia itu telah menjadi asisten Bojan Hodak sejak 2024 dan terlibat langsung dalam proses latihan, penyusunan strategi, hingga evaluasi pertandingan.
Selama mendampingi Hodak, Tolic dinilai memahami karakter pemain lokal maupun asing Persib, termasuk dinamika ruang ganti tim yang dalam beberapa musim terakhir dikenal solid.
Tak hanya itu, Tolic juga pernah dipercaya mengambil alih kendali tim dalam beberapa pertandingan ketika Bojan Hodak berhalangan hadir. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi manajemen sebelum memberinya jabatan pelatih kepala secara permanen.
Dengan kondisi skuad yang sudah dikenalnya, Persib berharap proses transisi dapat berjalan lebih mulus tanpa mengganggu performa tim di lapangan.
Rekam Jejak Igor Tolic Jadi Pertimbangan
Meski belum memiliki reputasi sebesar Bojan Hodak, Igor Tolic tetap memiliki pengalaman kepelatihan yang cukup panjang. Pria berusia 48 tahun itu mengantongi lisensi UEFA Pro, lisensi kepelatihan tertinggi di Eropa.
Sebelum datang ke Indonesia, Tolic sempat menangani beberapa klub dan tim muda Eropa seperti Hajduk Split U19, NK Osijek II, dan NK Kustosija. Ia juga pernah bekerja di klub Mesir, Wadi Degla.
Pengalaman tersebut membuat Persib yakin Tolic memiliki kapasitas untuk melanjutkan tradisi juara yang telah dibangun klub dalam tiga musim terakhir.
Persib Ingin Kembangkan Talenta Internal
Penunjukan Igor Tolic juga menjadi sinyal bahwa Persib mulai membangun budaya pengembangan internal, termasuk di sektor kepelatihan. Klub tidak hanya fokus mendatangkan nama besar, tetapi juga memberi ruang promosi bagi sosok yang dianggap memahami visi dan filosofi tim.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Persib ingin membangun sistem yang lebih berkelanjutan, bukan bergantung sepenuhnya pada satu figur pelatih.
Dengan mempertahankan sebagian besar struktur tim dan staf pelatih, Persib berharap identitas permainan yang sudah terbentuk tetap terjaga saat memasuki musim 2026/2027.
Bojan Hodak Tetap Berperan di Balik Layar
Meski meninggalkan kursi pelatih kepala, Bojan Hodak dipastikan masih menjadi bagian penting dalam struktur Persib. Pelatih asal Kroasia itu kini menjabat sebagai Technical Advisor untuk Shareholders Group.
Dalam peran barunya, Bojan akan membantu klub dalam aspek teknis dan pengembangan jangka panjang, termasuk memberikan masukan terkait strategi pembangunan tim.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, sebelumnya menyebut keputusan Bojan mundur dipengaruhi alasan pribadi, termasuk faktor kesehatan dan keluarga.
Meski demikian, manajemen tetap mempertahankan Bojan di dalam ekosistem klub sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya membawa Persib memasuki salah satu era tersukses dalam sejarah klub.
Kini, tantangan besar menanti Igor Tolic. Ia bukan hanya dituntut mempertahankan dominasi Persib di kompetisi domestik, tetapi juga harus membuktikan diri mampu keluar dari bayang-bayang kesuksesan Bojan Hodak.
Ikuti Detak Media
