Detak Media — Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi memulai proses seleksi pemain asing untuk musim Liga Voli Korea 2026-2027 melalui agenda tryout dan draft yang digelar di Praha, Republik Ceko, mulai Kamis (7/5/2026). Di tengah proses perekrutan tersebut, masa depan Megawati Hangestri Pertiwi justru menjadi sorotan utama publik voli Indonesia dan Korea Selatan.
Sebanyak 25 pemain putri dari berbagai negara mengikuti seleksi langsung di Praha setelah melewati proses penyaringan ketat dari total 72 pendaftar. KOVO melakukan evaluasi berdasarkan rekaman pertandingan, statistik performa, hingga kebutuhan teknis masing-masing klub peserta V-League.
Namun, nama Megawati tidak tercantum dalam daftar peserta tryout pemain asing reguler musim ini. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi terkait kelanjutan karier pevoli asal Jember itu di kompetisi voli Korea Selatan.
Megawati Berpeluang Bertahan Lewat Jalur Kuota Asia
Meski absen dari seleksi umum pemain asing, peluang Megawati Hangestri Pertiwi kembali tampil di Liga Voli Korea masih terbuka lebar. Sejumlah laporan media Korea menyebut Suwon Hyundai E&C Hillstate menjadi klub yang paling serius memantau situasinya.
Pelatih Hillstate, Kang Sung-hyung, bahkan diketahui hadir langsung menyaksikan performa Megawati pada grand final Proliga 2026 di Indonesia. Kehadiran Kang Sung-hyung semakin memperkuat rumor bahwa Hillstate tertarik merekrut Megawati melalui jalur kuota Asia.
Megawati sebelumnya tampil impresif bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks selama dua musim terakhir. Bersama Red Sparks, ia menjelma menjadi salah satu pemain asing Asia paling populer di V-League berkat performa agresif dan kontribusi poin yang konsisten.
Pada musim 2024-2025, Megawati sukses membawa Red Sparks melaju hingga partai final Liga Voli Korea bersama tandemnya asal Serbia, Vanja Bukilic.
KOVO Bersiap Terapkan Sistem Free Agent
Situasi Megawati juga berkaitan dengan perubahan regulasi besar yang tengah disiapkan KOVO. Mulai musim depan, sistem perekrutan pemain kuota Asia akan bertransformasi menjadi skema free agent.
Melalui sistem baru tersebut, klub dapat merekrut pemain Asia secara lebih fleksibel tanpa harus mengikuti mekanisme undian seperti sebelumnya. Namun, KOVO tetap menetapkan batas gaji maksimal bagi pemain putri pada tahun pertama sistem free agent sebesar 150.000 dollar AS atau sekitar Rp2,4 miliar.
Sementara itu, untuk pemain asing reguler, gaji pemain debutan sektor putri musim 2026-2027 ditetapkan sebesar 250.000 dollar AS atau sekitar Rp4 miliar. Pemain yang memperpanjang kontrak dapat memperoleh hingga 300.000 dollar AS atau sekitar Rp4,8 miliar.
Vanja Bukilic Jadi Magnet Seleksi di Praha
Di sisi lain, proses tryout di Praha turut menghadirkan sejumlah nama besar yang pernah bermain di Korea Selatan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Vanja Bukilic.
Bukilic dinilai sebagai kandidat kuat pilihan klub-klub V-League setelah tampil konsisten bersama Red Sparks. Kemampuannya bermain sebagai opposite hitter maupun outside hitter menjadi nilai tambah tersendiri dalam proses draft.
Selain Bukilic, beberapa pemain yang pernah tampil di Proliga Indonesia juga mengikuti seleksi, termasuk Kashauna Williams eks Jakarta BIN. Sementara Ivana Vanjak yang sebelumnya membela Jakarta Pertamina Enduro dilaporkan mengundurkan diri sebelum tryout dimulai.
Ikuti Detak Media
