Detak.media — Harry Kane membantah adanya friksi di dalam Timnas Inggris menyusul perbedaan pendapat antara manajer Thomas Tuchel dan Jude Bellingham usai laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Kapten The Three Lions menegaskan situasi di kamp tim kondusif dan para pemain saling mendukung.
Kane menyampaikan klarifikasi itu menanggapi pemberitaan tentang ketegangan yang muncul setelah kemenangan 2-1 atas Norwegia di Miami Stadium akhir pekan lalu, yang memicu spekulasi jelang semifinal melawan Argentina di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Tuchel dan Bellingham menjadi sorotan setelah pertandingan. Dalam wawancara usai laga, Tuchel menyebut performa timnya “ceroboh” dan “beruntung” bisa menyingkirkan Erling Haaland dkk.
Ketika ditanya soal komentar pelatihnya, Bellingham membalas, “Ya, well, terserahlah. Sungguh sulit di luar sana. Ini pertandingan yang berat,” jelasnya.
Kondisi itu kemudian memicu perdebatan mengenai adanya ketegangan dalam skuad Inggris. Menanggapi spekulasi tersebut, Kane menegaskan suasana di dalam kamp justru baik-baik saja.
“Ketika Anda menjalani laga seperti itu (Norwegia) lalu diwawancara lima menit usai peluit akhir, dan dia tidak betul-betul tahu apa yang telah dikatakan (Tuchel), Anda berharap Jude (Bellingham) bilang apa?” kata Kane kepada BBC pada Senin (13/7).
Dia menambahkan, “Kami baru saja melewati pertempuran. Mudah untuk mencoba menciptakan perpecahan ini – sepertinya itu adalah hal yang biasa dilakukan orang Inggris di turnamen besar ini.”
Kane menegaskan kebersamaan menjadi kunci posisi tim saat ini. “Tetapi justru sebaliknya. Tim ini berada di posisi kami sekarang karena kebersamaan kami yang utuh – bukan hanya para pemain, pelatih, dan staf. Terkadang hal-hal (semacam ini) dibesar-besarkan.”
Soal gaya kepemimpinan Tuchel, Kane mengakui ada perbedaan dengan era Gareth Southgate, namun menilai perbedaan itu bagian dari karakter pelatih dan tidak menjadi masalah bagi skuad.
“Dia (Tuchel) menunjukkan perasaannya secara terbuka dan orang-orang menghargai itu. Ketika dia berbicara, itu tidak pernah direncanakan. Itulah yang membuatnya menjadi dirinya sendiri,” Kane mengatakan.
Ia menutup penjelasan dengan menegaskan kepercayaan terhadap pendekatan pelatih. “Ketika semuanya berjalan alami, Anda akan mempercayainya, Anda percaya pada apa yang dia katakan, Anda percaya pada pendekatannya. Ada alasan mengapa dia jadi salah satu manajer terbaik di dunia. Kami memahaminya. Selama dua tahun terakhir, kami telah mengenalnya dan mengetahui apa yang membuatnya bahagia,” jelas Kane.
Ikuti Detak.media
