Detak Media — Sholat Idul Adha tahun ini akan segera dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, yang jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Ibadah sunnah muakkad ini memiliki anjuran waktu dan tata cara khusus sesuai sunnah Rasulullah SAW. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya dan bagaimana ketentuannya?
Pelaksanaan Sholat Idul Adha dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak atau sekitar 15-20 menit setelah waktu syuruq, dan berlangsung hingga masuk waktu Dzuhur. Para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama untuk menunaikan Sholat Idul Adha adalah sedikit lebih siang dibandingkan Sholat Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi umat Muslim untuk menyembelih hewan kurban setelah ibadah sholat dilaksanakan.
Sebagai gambaran, jika waktu syuruq pada tanggal 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada pukul 06.00 pagi, maka Sholat Idul Adha dapat dimulai sekitar pukul 06.15 atau lebih. Rentang waktu ini cukup lapang sebelum waktu Dzuhur tiba, yang menjadi batas akhir pelaksanaannya.
Ketentuan Sholat Idul Adha Sesuai Anjuran Rasulullah
Pelaksanaan Sholat Idul Adha memiliki beberapa ketentuan penting yang selaras dengan ajaran Rasulullah SAW.
Niat Sholat Idul Adha
Niat sholat Idul Adha diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bagi imam, niatnya adalah: “Ushalli sunnatan li Idil Adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala” (Aku niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala). Sementara itu, bagi makmum, niatnya adalah: “Ushalli sunnatan li Idil Adha rak’ataini makmuman lillahi ta’ala” (Aku niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).
Tata Cara Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat tanpa didahului adzan dan iqamah. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
- Rakaat Pertama: Dimulai dengan takbiratul ihram, diikuti dengan tujuh kali takbir tambahan. Di antara takbir-takbir tersebut, disunnahkan untuk membaca bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan surat lainnya (disunnahkan membaca Surat Qaf atau Al-A’la), lalu melakukan ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud sebagaimana tata cara sholat pada umumnya.
- Rakaat Kedua: Setelah bangkit dari sujud pada rakaat pertama, dilakukan takbir sebanyak lima kali (selain takbir perpindahan/intiqal). Sama seperti rakaat pertama, di antara takbir-takbir ini juga disunnahkan membaca bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan surat lainnya (disunnahkan membaca Surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar), dilanjutkan dengan ruku’, i’tidal, sujud, serta duduk tasyahud akhir sebelum salam.
Khutbah Idul Adha
Usai menunaikan sholat, dilanjutkan dengan dua sesi khutbah. Khutbah Idul Adha berstatus sunnah, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Dalam khutbahnya, khatib biasanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, nasihat, serta hikmah seputar Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban.
Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Adha
Amalan sunnah yang dianjurkan sebelum Sholat Idul Adha mencakup mandi, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta berangkat ke tanah lapang atau masjid dengan berjalan kaki. Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, pada Idul Adha justru dianjurkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan sholat dan baru menyantap hidangan pertama dari daging kurban setelahnya. Setelah Sholat Idul Adha, umat Muslim disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban.
Ikuti Detak Media
