Detak Media — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Kapan tepatnya kedua puasa ini dilaksanakan pada tahun 2026, beserta bacaan niat dan keutamaannya?
Umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah jatuh sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pelaksanaan kedua puasa ini sangat berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah.
Berdasarkan proyeksi astronomi dan kalender Hijriah, berikut adalah perkiraan jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah untuk tahun 2026 (1447 H):
- 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 26 Juni 2026.
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H) diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H) diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.
- Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H) diperkirakan jatuh pada hari Minggu, 5 Juli 2026.
Penting untuk dicatat bahwa tanggal-tanggal ini bersifat perkiraan. Penetapan resmi dan final akan menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia menjelang bulan Dzulhijjah 1447 H. Jika terdapat perbedaan dalam penetapan awal Dzulhijjah antara pemerintah dan organisasi Islam lain, jadwal puasa ini dapat bergeser satu hari.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah
Niat puasa Tarwiyah dianjurkan untuk dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa, atau paling lambat sebelum masuk waktu Subuh. Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah:
Lafal Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunah karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Arafah
Sama halnya dengan puasa Tarwiyah, niat puasa Arafah juga sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau sebelum waktu Subuh. Berikut adalah lafal niat puasa Arafah:
Lafal Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Puasa Arafah, khususnya, memiliki keutamaan istimewa yaitu menghapus dosa-dosa umat Muslim selama setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah sebagai momentum penting untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, puasa Tarwiyah juga memiliki nilai penting karena dilaksanakan pada hari kedelapan Dzulhijjah, yang merupakan bagian dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari ini dikenal sebagai hari-hari yang penuh berkah dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan periode sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak puasa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal saleh lainnya. Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi salah satu cara umat Muslim untuk meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.
Ikuti Detak Media
