— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami konsolidasi pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026 setelah penguatan intrahari yang tidak bertahan hingga penutupan sesi.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat naik hampir 1% dan menyentuh 6.095, namun tekanan jual pada saham-saham perbankan membatasi laju kenaikan sehingga indeks tidak menutup sesi pada level tertinggi tersebut.

Pengaruh Data Global dan Harga Minyak

Dari luar negeri, pelaku pasar menanti rilis data Producer Price Index (PPI) AS untuk Juni 2026 yang diperkirakan melandai ke 6,2% year-on-year (YoY) dari 6,5% YoY pada Mei 2026. Penurunan ini dipandang terkait normalisasi harga minyak global pada bulan yang sama.

Namun, eskalasi konflik antara AS dan Iran yang kembali meningkat menyebabkan harga minyak global kembali menguat. Penguatan minyak berpotensi meningkatkan tekanan biaya produksi ke depan dan dikhawatirkan dapat membatasi penurunan inflasi.

Analisis Teknikal dan Perkiraan Rentang IHSG

Phintraco Sekuritas mencatat adanya sinyal teknikal yang beragam. Menurut perusahaan sekuritas tersebut, pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara indikator stochastic RSI berada pada overbought area.

“Sehingga IHSG berpeluang konsolidasi direntang level 5.950-6.125 pada perdagangan Rabu (15/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa (14/7/2026).

Sebagai pembanding, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguat menguji level 6.137-6.254, namun mengingatkan cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5.974-6.020.

Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk strategi trading pada Rabu (15/7/2026): CDIA, RAJA, SMDR, dan WIFI.