— Laurence, anggota boy group KPop n.SSign, menyampaikan permintaan maaf resmi setelah komentarnya di platform komunitas penggemar Weverse memicu kontroversi dan dinilai sebagian warganet sebagai pernyataan yang meremehkan idola KPop asal Indonesia.

Unggahan tersebut beredar luas pada Selasa (28/4/2026) dan segera memantik reaksi dari penggemar internasional, terutama dari Indonesia. Sejumlah netizen menilai diksi yang digunakan Laurence tidak sensitif dan berpotensi mengarah pada stereotip terhadap idol non-Korea yang berkarier di industri hiburan Korea Selatan.

Awal Mula Kontroversi di Weverse

Kontroversi bermula ketika Laurence membahas fenomena daftar peringkat idol, seperti “idol pria terbaik generasi kelima”. Dalam lanjutan komentarnya, ia menyinggung frasa “idol wanita terbaik dari Indonesia” sembari mempertanyakan seberapa banyak orang Indonesia yang berhasil debut di Korea Selatan.

Potongan kalimat inilah yang kemudian dipersepsikan publik sebagai bentuk peremehan terhadap eksistensi idol KPop asal Indonesia. Meski tidak menyebut nama secara langsung, sebagian penggemar meyakini komentar tersebut mengarah pada Carmen, anggota girl group Hearts2Hearts yang diketahui berasal dari Bali dan aktif berpromosi di Korea.

Persepsi ini menyebar cepat di media sosial dan memicu perdebatan panjang soal sensitivitas isu nasionalitas di industri KPop yang kian global.

Permintaan Maaf Laurence dan Agensi

Menanggapi gelombang kritik, Laurence bersama agensinya, n.CH Entertainment, merilis pernyataan permintaan maaf pada hari yang sama.

Melalui akun resmi grup di platform X, Laurence menulis dua pernyataan berbahasa Inggris. Ia mengakui bahwa pilihan katanya ceroboh dan berpotensi menimbulkan salah tafsir.

“Aku dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan dan rasa sakit yang disebabkan oleh komentarku baru-baru ini. Aku menyadari bahwa caraku mengekspresikan pandangan tentang budaya fandom dilakukan dengan cara yang tidak tepat,” tulisnya.

Ia menegaskan tidak pernah berniat merendahkan artis lain, penggemar mereka, maupun negara tertentu. Laurence juga menyatakan akan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik.

Profil Laurence n.SSign

Pemilik nama lengkap Laurence Fang Yi Jia ini lahir di Taiwan dan dikenal publik setelah mengikuti program survival Stars Awakening pada 2022. Ia kemudian debut bersama n.SSign dan aktif berinteraksi dengan penggemar melalui platform daring seperti Weverse.

Kedekatan idol dengan penggemar melalui media sosial inilah yang kerap menjadi pedang bermata dua—mempererat relasi, namun juga berisiko memicu polemik bila terjadi salah ucap.

Kembali Munculkan Isu Representasi Idol Non-Korea

Kasus ini kembali menghidupkan diskusi lama tentang bagaimana idol non-Korea dipersepsikan di industri KPop. Sebelumnya, isu serupa pernah mencuat dalam berbagai konteks yang melibatkan idol asing, termasuk Lisa dari BLACKPINK, yang juga kerap menjadi sorotan terkait stereotip dan perlakuan berbeda.

Perdebatan tentang kesetaraan representasi, sensitivitas budaya, dan cara berkomunikasi di ruang publik menjadi perhatian penting di tengah semakin globalnya audiens KPop.

Respons penggemar terhadap permintaan maaf Laurence terbelah. Sebagian menerima dan berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga. Sebagian lain menilai bahwa figur publik di industri global seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih kata, terlebih saat menyentuh isu nasionalitas dan identitas.

Terlepas dari itu, insiden ini menjadi pengingat bahwa komunikasi idol di platform terbuka dapat dengan cepat meluas dampaknya, terutama di era fandom lintas negara yang sangat aktif di media sosial.