Detak Media — Balapan kelas Moto3 Prancis 2026 berlangsung dramatis di Sirkuit Bugatti Le Mans, Minggu (10/5/2026). Lintasan basah akibat hujan sejak pagi memicu banyak insiden, sementara pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif dengan finis di posisi keempat.
Kemenangan diraih pembalap Spanyol, Maximo Quiles, yang tampil paling konsisten di tengah kondisi trek yang sangat licin.
Sejak lampu start padam, balapan langsung kacau. Beberapa pembalap terjatuh pada lap-lap awal akibat grip ban yang sulit didapat di atas aspal basah. Insiden melibatkan Brian Uriarte dan David Munoz, yang gagal melanjutkan lomba setelah kehilangan kendali di sektor teknikal.
Veda, yang memulai balapan dari posisi keenam bersama Honda Team Asia, sempat tercecer cukup jauh. Pada lap pertama ia melorot hingga posisi ke-11, bahkan sempat turun ke urutan ke-14 saat para pembalap saling berebut racing line aman di tengah genangan air.
Namun, adaptasi cepat Veda terhadap kondisi lintasan menjadi kunci kebangkitannya.
Memasuki lap kelima, Veda sudah merangsek naik ke posisi kelima. Satu lap kemudian, ia sukses merebut posisi keempat dan mulai menempel ketat Matteo Bertelle dalam perebutan podium terakhir. Persaingan keduanya berlangsung intens hingga lap-lap akhir, tetapi selisih waktu sekitar 1,6 detik membuat Veda harus puas finis tepat di luar podium.
Di barisan depan, Quiles yang membela CFMOTO Gaviota Aspar mampu menjaga ritme balap tanpa kesalahan berarti. Posisi kedua ditempati Adrian Fernandez dari Leopard Racing, sementara Bertelle yang memperkuat LEVEL UP – MTA melengkapi podium di posisi ketiga.
Sebelum balapan, Veda sempat menyatakan optimisme usai sesi kualifikasi. Ia merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung di grup depan meski cuaca diperkirakan kurang bersahabat. Keyakinan itu terbukti dengan performa tenang dan penuh perhitungan sepanjang lomba.
Finis di posisi keempat membuat Veda mengamankan 13 poin penting. Hasil ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu rookie paling menonjol musim ini. Tambahan poin dari Le Mans juga menjaga peluangnya tetap kompetitif di papan atas klasemen sementara Moto3 2026, di mana ia kini bertengger di peringkat keenam.
Penampilan di Le Mans menjadi bukti kematangan balap Veda di kondisi ekstrem—bukan hanya cepat saat trek kering, tetapi juga cerdas membaca situasi ketika lintasan berubah menjadi sangat menantang.
Ikuti Detak Media
