Detak Media — Pembalap Malaysia, Hakim Danish, tampil impresif dengan menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Spanyol 2026. Ia mencatat waktu terbaik 1 menit 47,478 detik di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Jumat (15/5/2026).
Sementara itu, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mengakhiri FP1 di posisi ke-23 dengan waktu 1 menit 50,142 detik setelah sempat menunjukkan progres signifikan di awal sesi.
FP1 berlangsung dalam kondisi cuaca berawan namun lintasan kering, membuat mayoritas pembalap langsung melakukan time attack sejak menit-menit awal.
Awal Sesi Menjanjikan untuk Veda, Lalu Tergerus Ritme Rival
Veda yang membela Honda Team Asia memulai sesi dengan catatan 1:54,946 dan segera mempertajamnya menjadi 1:52,334. Waktu tersebut sempat menempatkannya di jajaran 10 besar pada fase awal FP1.
Namun, seiring meningkatnya grip lintasan dan para pembalap mulai menemukan ritme ideal, posisi Veda perlahan terdesak. Beberapa nama seperti Adrian Fernandez dari Leopard Racing serta Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo silih berganti mengisi papan atas dengan peningkatan waktu yang agresif.
Veda berupaya menembus batas 1 menit 50 detik di penghujung sesi, namun belum berhasil memaksimalkan sektor terakhir yang dikenal teknikal di Catalunya.
Sejak pertengahan sesi, Hakim Danish yang membela AEON Credit MT Helmets-MSi konsisten berada di rombongan terdepan. Ia sempat memimpin dengan 1:49,276 sebelum akhirnya mempertajam waktu menjadi 1:47,478 yang tak terkejar hingga sesi berakhir.
Catatan ini menjadi sinyal kuat performa Danish pada akhir pekan Catalunya, terlebih ini merupakan musim penuh pertamanya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Di belakang Danish, Fernandez dan Carpe melengkapi tiga besar FP1, menegaskan bahwa persaingan di trek sepanjang 4,657 km ini akan berlangsung ketat.
Karakter Catalunya Jadi Tantangan Tersendiri
Layout Catalunya yang lebar dan cepat dikenal menyulitkan pembalap Moto3 dalam mencari slipstream ideal. Selain itu, kombinasi tikungan cepat panjang seperti Turn 3 dan sektor akhir yang teknikal membuat konsistensi sektor sangat krusial.
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, sebelumnya telah mengingatkan Veda untuk mewaspadai perubahan grip lintasan serta hembusan angin yang kerap memengaruhi stabilitas motor di trek ini.
Meski FP1 belum ideal, Veda memiliki modal positif. Musim ini ia kerap lolos langsung ke Q2 dan sebelum Catalunya masih bertengger di peringkat kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan 50 poin.
Hasil FP1 bukan penentu, terutama di kelas Moto3 yang terkenal sangat rapat selisih waktunya. Dengan pengalaman tampil di ajang junior di sirkuit yang sama tahun lalu, Veda masih memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisi pada FP2 dan sesi kualifikasi.
Rangkaian Moto3 Catalunya 2026 masih akan berlanjut hingga balapan utama pada Minggu (17/5/2026), memberi ruang adaptasi bagi pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut untuk kembali ke barisan depan.
Ikuti Detak Media
