Detak Media — Honda Team Asia menatap optimistis seri keenam Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Grand Prix of Catalunya yang digelar 15–17 Mei di Circuit de Barcelona-Catalunya. Manajer tim, Hiroshi Aoyama, menyatakan keyakinannya bahwa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mampu melanjutkan tren positif setelah performa impresif di Le Mans.
Keyakinan itu muncul setelah Veda finis keempat pada seri sebelumnya di Prancis—hasil yang membuatnya hanya terpaut satu posisi dari podium dalam balapan yang berlangsung di lintasan basah.
Aoyama Apresiasi Konsistensi dan Kecepatan Veda
Usai balapan di Bugatti Circuit Le Mans, Aoyama secara terbuka memuji kematangan balap Veda. Menurutnya, pembalap 16 tahun tersebut menunjukkan manajemen balapan yang kuat, pemilihan racing line yang presisi di kondisi sulit, serta kecepatan yang konsisten sepanjang lomba.
Aoyama menilai finis keempat di Le Mans bukan sekadar hasil akhir, melainkan bukti perkembangan signifikan Veda sebagai rookie. Ia bahkan menyebut Veda sebagai salah satu pendatang baru paling impresif musim ini karena kemampuannya rutin bersaing di barisan depan sejak awal musim.
Kepercayaan Diri Meningkat Jelang Catalunya
Veda menyambut Moto3 Spanyol 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Dalam rilis resmi tim, ia mengaku hasil di Le Mans menjadi suntikan motivasi besar. Baginya, performa tersebut menunjukkan bahwa tim terus berkembang dari balapan ke balapan dan mampu tampil kompetitif, bahkan dalam kondisi lintasan yang menantang.
Meski demikian, Veda menegaskan masih ada banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga ritme balap di fase akhir lomba dan memaksimalkan peluang saat grup terdepan mulai terpecah.
Secara statistik, performa Veda pada lima seri awal Moto3 2026 tergolong sangat solid. Ia sudah empat kali menembus sesi kualifikasi kedua (Q2). Di Le Mans, ia memulai balapan dari posisi keenam sebelum finis keempat. Sebelumnya, Veda mencatat finis keenam di Spanyol, kelima di Thailand, serta podium ketiga di Brasil.
Rangkaian hasil tersebut mengantarkannya mengoleksi 50 poin dan menempati peringkat kelima klasemen sementara, sekaligus memimpin persaingan Rookie of the Year.
Catalunya Bukan Trek Asing bagi Veda
Sirkuit Catalunya juga bukan lintasan baru bagi Veda. Pada musim 2025, ia sempat tampil kompetitif di ajang FIM JuniorGP World Championship di trek yang sama. Rekam jejak itu menjadi modal penting karena karakter trek Montmeló dikenal teknikal, dengan kombinasi tikungan panjang dan sektor terakhir yang menuntut traksi kuat—karakter yang sesuai dengan gaya balap Veda yang halus dan presisi.
Namun, tantangan tetap besar. Catalunya adalah “rumah” bagi banyak pembalap Spanyol yang memahami detail lintasan dengan sangat baik. Persaingan di grup depan diprediksi kembali rapat seperti seri-seri sebelumnya.
Dengan momentum positif yang telah dibangun, Veda Ega Pratama bertekad memaksimalkan peluang di Catalunya, mengamankan poin penting, dan membuka peluang meraih podium perdananya di musim debut Moto3 2026.
Ikuti Detak Media
