Detak.media — Erling Haaland menyatakan kebanggaannya atas penampilan Norwegia di Piala Dunia 2026 meski langkah timnya terhenti pada perempat final. Penyerang Manchester City itu menilai performa sepanjang turnamen sudah menempatkan Norwegia sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan.
Norwegia tersingkir setelah kalah 1-2 dari Inggris lewat babak perpanjangan waktu di Miami, Sabtu (11/7/2026), dengan Jude Bellingham mencetak dua gol yang membalikkan keadaan.
Pengalaman Piala Dunia Pertama yang Berkesan
Haaland menyebut penampilannya di Piala Dunia sebagai momen sangat berkesan dan mengubah dirinya. “Semua ini terasa tidak nyata; saya rasa hal ini telah mengubah saya sebagai pribadi,” ujarnya.
Ia mengatakan tampil di turnamen terbesar membuat profilnya meningkat dan sulit mencerna semua kejadian saat mengingat kembali pertandingan-pertandingan yang dijalaninya. “Rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari ajang seperti ini—sesuatu yang biasanya hanya saya saksikan dari pinggir lapangan, dan kini saya menjalaninya secara langsung,” tambah Haaland.
Bangga Pada Persatuan dan Dampak Untuk Norwegia
Penyerang 25 tahun itu juga mengekspresikan kebanggaan atas pencapaian timnya yang mampu menyatukan masyarakat dan memunculkan optimisme baru bagi sepak bola Norwegia. “Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa, dan saya benar-benar terharu ketika memikirkan betapa bagusnya performa kami, rasa persatuan yang ada di Norwegia, serta kepositifan dan kegembiraan yang kami rasakan, baik di sana maupun di sini,” kata Haaland.
Inggris Berhasil Meredam Ancaman Haaland
Dalam laga melawan Inggris, Haaland tidak mampu mencetak gol setelah sebelumnya mengumpulkan tujuh gol di turnamen. Ia hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan menyelesaikan tujuh dari sembilan operan, dengan catatan jarak tempuh 8,9 kilometer sebelum ditarik pada jeda perpanjangan waktu pertama.
Duet bek Marc Guehi dan John Stones disebut tampil disiplin menjaga Haaland, memanfaatkan pemahaman mereka terhadap gaya permainannya untuk mengurangi ancaman dari penyerang Norwegia. Dua peluang Haaland di laga itu sama-sama berasal dari sundulan; satu ditepis kiper Jordan Pickford dan satu peluang melebar.
Untuk perbandingan, saat menghadapi Brasil di babak 16 besar Haaland mencatat empat tembakan, 11 operan sukses tanpa kesalahan, dan menempuh jarak 10,1 kilometer.
Memandang ke Depan
Haaland mengakui kedekatannya dengan sejumlah pemain Inggris karena mereka rekan setim di klub, dan menyebut tumbuh besar di Inggris. Meski begitu, ia menegaskan kebanggaannya pada timnas Norwegia dan melihat turnamen ini sebagai batu loncatan.
“Ini telah menjadi target saya sejak lama, dan saya rasa setelah turnamen ini, kami telah menempatkan Norwegia dalam peta persaingan sepak bola dunia. Sekarang, tugas kami adalah mempertahankan standar tersebut. Saya sangat bangga,” ujar Haaland, yang optimistis generasi pemain Norwegia saat ini mampu bersaing di masa depan.
Ikuti Detak.media
