Detak.media — Kapten timnas Spanyol, Rodri, memperingatkan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis akan berjalan lebih berat dibanding pertemuan terakhir kedua tim. Ia menilai laga di Dallas Stadium, Amerika Serikat, tidak akan memberikan banyak peluang bagi kedua tim sehingga membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh pemain.
Seiring itu, Rodri meminta penyerang muda Lamine Yamal untuk menekan kecemasan dan bermain lebih tenang agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan membantu La Roja merebut tiket ke final pada pertandingan Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Perhatian menjelang laga memang terpusat pada Yamal. Meski belum menampilkan ketajaman seperti saat membela Barcelona di La Liga — yang mencatat 16 gol dan 12 assist dari 28 pertandingan — pemain 19 tahun itu tetap dipandang sebagai salah satu andalan tim untuk membongkar pertahanan lawan.
Rodri memuji kualitas Yamal namun menekankan aspek emosional yang perlu dikendalikan pemain muda tersebut.
“Saya rasa dia perlu sedikit tenang, kecemasan yang terkadang dia rasakan karena harus membuktikan dirinya,” kata Rodri.
“Dia pemain yang sangat penting bagi kami karena apa yang dia lakukan dengan dan tanpa bola, dan dia orang yang sangat cerdas. Memang benar dia baru berusia 19 tahun dan kami harus menenangkannya di momen-momen tertentu dalam pertandingan,” imbuh dia.
Lamine Yamal dari Spanyol dalam pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia melawan Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Kamis (2/7/2026). (AP Photo/Andre Penner)
Selama Piala Dunia 2026, produktivitas gol Yamal menjadi sorotan. Ia datang ke turnamen belum sepenuhnya pulih dari cedera ringan sehingga belum menunjukkan performa seperti di klub. Namun Yamal menegaskan bahwa ia tidak terpaku pada statistik individu.
“Jika kami memenangkan Piala Dunia, saya rasa tidak ada yang akan mengingat berapa banyak gol yang saya cetak atau berapa banyak yang tidak. Jika kami menang, kami semua akan bahagia, hanya itu yang saya inginkan,” ujar Yamal.
Yamal juga menyatakan kontribusinya tidak hanya soal gol, melainkan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim karena menarik perhatian bek lawan.
“Saya tahu bahwa dengan pergerakan saya, saya menarik banyak lawan; saya dapat menciptakan ruang untuk rekan setim. Apa pun yang dapat saya lakukan untuk membantu, bahkan jika saya tidak menyentuh bola dalam sebuah permainan, akan menjadi hal yang positif,” kata dia.
“Saya rasa semua orang terobsesi dengan mencetak gol, dan kami memenangkan Kejuaraan Eropa dengan saya hanya mencetak satu gol,” tambah Yamal.
Lamine Yamal (19) dari Spanyol berlari membawa bola di antara Nelson Semedo (2) dan Joao Neves (15) dari Portugal selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Portugal dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (6/7/2026). (AP Photo/Jessica Tobias)
Selain aspek emosional, Rodri menyebut Yamal masih perlu memperbaiki pemahaman taktisnya. Namun ia juga menilai perkembangan sang pemain sangat cepat sejak membawa Spanyol juara Euro 2024.
“Saya pikir dia adalah pemain yang sudah menunjukkan kedewasaannya sejak Euro, dan sekarang setelah dua tahun lebih tua, Anda tidak terlalu terkejut dengan apa yang bisa dia lakukan di usianya,” ujar kapten Spanyol.
“Dia adalah pemuda yang sangat dewasa yang masih memiliki ruang untuk berkembang dalam hal membaca permainan, yang sepenuhnya normal untuk usianya, tetapi kita sudah tahu levelnya,” imbuh Rodri.
Rodri menambahkan bahwa ia kerap memberi masukan kepada Yamal agar terus bermain meski tidak mendapat pelanggaran dari wasit.
“Saya selalu menyuruhnya untuk terus maju dan tidak berhenti bermain jika dia tidak mendapatkan pelanggaran, tetapi dia adalah pemuda yang mendengarkan, yang ingin belajar, dan yang terpenting, memberikan contoh yang baik dengan sikapnya.”
Meski Spanyol menang dalam dua pertemuan terakhir melawan Prancis, termasuk kemenangan 5-4 di UEFA Nations League, Rodri menegaskan hasil tersebut tak bisa dijadikan acuan untuk semifinal ini.
“Kita tidak boleh membiarkan pertandingan Nations League yang berakhir 5-4 setelah kita unggul 5-1 itu mengalihkan perhatian kita dari kenyataan di mana kita berada sekarang: di Piala Dunia,” kata Rodri.
“Pertandingan Piala Dunia adalah hal yang berbeda; saya rasa pertandingan ini tidak akan sesantai itu, dan saya tidak berharap kita mendapatkan banyak peluang. Kita akan menghadapi tim Prancis yang jauh lebih solid dan sulit ditembus, jadi saya memperkirakan pertandingan akan berjalan ke arah yang berbeda,” pungkasnya.
Kiper Swedia Jacob Widell Zetterstrom menghentikan tendangan Michael Olise dari Prancis selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia di East Rutherford, NJ, dekat New York, Selasa (30/6/2026). (AP Photo/Petr David Josek)
Ikuti Detak.media
