Detak Media — Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengaku “jauh lebih bahagia” meski terjatuh pada sesi practice MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Jumat (8/5).
Kecelakaan di penghujung sesi itu justru ia nilai sebagai tanda kemajuan nyata dalam penyesuaian karakter Ducati Desmosedici GP26 yang sejak awal musim kerap membuatnya kesulitan menemukan ritme terbaik.
Sebelum terjatuh, Bagnaia sempat menunjukkan performa kompetitif dan berada di kelompok pembalap tercepat pada fase time attack.
Jatuh Saat Mendorong Batas
Bagnaia menilai insiden kali ini berbeda dibanding beberapa kecelakaan sebelumnya musim ini. Ia merasa jatuh saat benar-benar mendorong motor hingga batas maksimal, bukan karena kehilangan rasa depan secara tiba-tiba.
“Jelas kami masih kekurangan sesuatu, tapi ini langkah maju. Hari ini saya bisa memacu motor, mengontrol ban, dan itu membuat saya jauh lebih bahagia,” ujar Bagnaia.
“Bahkan ketika saya jatuh, saya jatuh karena mendorong. Tidak seperti beberapa momen musim ini ketika saya jatuh tanpa benar-benar tahu penyebabnya.” terangnya
Pernyataan ini menegaskan bahwa kepercayaan dirinya terhadap paket motor mulai kembali.
Perubahan Setelan Motor Berawal dari Tes Jerez
Optimisme Bagnaia tak lepas dari pekerjaan rumah yang dilakukan tim usai tes di Circuito de Jerez. Dalam tes tersebut, ia menemukan arah setelan baru, termasuk adaptasi terhadap paket aerodinamika (fairing) terbaru Ducati.
Perkembangan itu terasa berlanjut di Le Mans. Namun, ia mengakui masih ada dua aspek krusial yang perlu ditingkatkan: stabilitas saat pengereman keras dan kelincahan motor saat masuk tikungan lambat—karakter yang sangat dominan di Sirkuit Bugatti.
“Saya masih merasa kurang di kemampuan berbelok. Kami mencoba membuat motor bisa berhenti lebih baik dan berbelok lebih banyak. Jika kondisi kering, besok kami akan mencoba sesuatu yang baru.” kata Bagnaia.
Antisipasi Hujan dan Tantangan Kondisi Basah
Bagnaia juga menyoroti prakiraan cuaca yang berpotensi menghadirkan hujan saat kualifikasi. Kondisi basah diakui masih menjadi titik lemah Ducati musim ini dibanding performa saat tes Jerez yang berlangsung di trek kering.
Karena itu, sesi Sabtu akan menjadi ujian penting bukan hanya dari sisi kecepatan satu lap, tetapi juga adaptasi setelan di dua kondisi trek berbeda.
Insiden Bagnaia di akhir sesi turut memunculkan bendera kuning yang tanpa sengaja memengaruhi upaya time attack pembalap lain, termasuk Marc Marquez. Upaya terakhir Marquez untuk memperbaiki catatan waktu terganggu, dan ia akhirnya harus puas finis di luar 10 besar sehingga dipaksa memulai kualifikasi dari Q1.
Situasi ini menambah dinamika jelang sesi kualifikasi dan Sprint Race di Le Mans, di mana posisi start sangat menentukan karena karakter trek yang sempit dan teknikal.
Bagi Bagnaia sendiri, kecelakaan tersebut bukan kemunduran, melainkan sinyal bahwa ia mulai kembali menemukan koneksi yang sempat hilang dengan Desmosedici GP26.
Ikuti Detak Media
