Resmi! Rahayu Saraswati Genggam 5 Persen Saham TRIN Lewat Dua Entitas
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), kini resmi menguasai 5 persen saham perseroan. Akuisisi saham ini dilakukan melalui dua entitas miliknya dengan nilai total transaksi mencapai Rp45,5 miliar.
Kepemilikan saham tersebut merupakan langkah awal dari rencana jangka panjang Rahayu Saraswati untuk meningkatkan porsi investasinya di perusahaan properti tersebut hingga 20 persen. Transaksi ini sebelumnya telah diumumkan dan kini telah terealisasi, menegaskan posisinya sebagai investor strategis.
Detail Akuisisi Saham TRIN
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (9/1/2026), Rahayu Saraswati mengakuisisi saham TRIN melalui dua perusahaan. Entitas pertama, PT Raksaka Satya Devya (RSD), membeli sebanyak 182.058.295 saham TRIN, setara dengan 4 persen kepemilikan. Pembelian ini dilakukan dengan harga Rp200 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp36,41 miliar.
Sementara itu, entitas kedua, PT Rada Saraswati Surya (RSS), mengakuisisi 45.514.573 saham TRIN, yang mewakili 1 persen dari total saham perseroan. Dengan harga pembelian yang sama, yakni Rp200 per saham, nilai transaksi untuk RSS adalah Rp9,10 miliar. Secara total, Rahayu Saraswati kini memiliki sekitar 227,5 juta lembar saham TRIN melalui kedua entitas tersebut.
Direktur Utama Trinland, Ishak Candra, menjelaskan bahwa kepemilikan saham oleh RSD dan RSS ini mengacu pada Perjanjian Kerja Sama yang telah ditandatangani antara Trinland dan Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo pada tanggal 4 Desember 2025. Proses transaksi pembelian saham TRIN oleh kedua entitas tersebut terjadi pada 16 Desember 2025 melalui pasar negosiasi.
Harga Akuisisi di Bawah Pasar
Nilai akuisisi sebesar Rp200 per saham ini terbilang jauh di bawah harga pasar saham TRIN yang saat ini bergerak di kisaran Rp1.525 per saham (per 9 Januari 2026). Sebelumnya, pada 2 Januari 2026, harga saham TRIN tercatat Rp1.210 per saham. Perbedaan harga ini mengindikasikan bahwa transaksi dilakukan sebagai investasi strategis dengan kesepakatan khusus di luar mekanisme pasar reguler.
Masuknya Rahayu Saraswati sebagai Komisaris Utama dan investor strategis memang telah memberikan dampak signifikan terhadap kinerja saham TRIN. Saham perseroan tercatat melesat lebih dari 1.200 persen sepanjang tahun 2025 dan naik 934,19 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp1.210 per saham pada 2 Januari 2026, pasca pengumuman keterlibatannya.
Visi dan Strategi Bisnis ke Depan
Penunjukan Rahayu Saraswati sebagai Komisaris Utama TRIN disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025. Rahayu Saraswati mengungkapkan bahwa dirinya merasa terhormat dapat bergabung dengan Trinland pada momen penting ini. “Bagi saya, Trinland bukan sekadar perusahaan properti, tetapi platform untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi generasi masa depan,” ujarnya.
Kehadiran Rahayu Saraswati, yang dikenal memiliki jaringan kuat, dinilai membawa angin segar dan perspektif strategis baru bagi TRIN. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan proyek-proyek perseroan, terutama dalam strategi diversifikasi bisnis.
TRIN berencana untuk fokus pada pengembangan sektor-sektor properti dan infrastruktur bernilai tambah tinggi, seperti kawasan logistik (logistic park) dan pusat data (data center). Langkah ini menjadi bagian dari upaya TRIN untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri properti nasional.