IHSG Menguat ke 8.960, Saham RLCO dan SOHO Melonjak Hingga Batas Atas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan pada penutupan sesi I perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. IHSG berhasil meraup 34,76 poin atau 0,39%, menempatkannya di level 8.960,23. Sepanjang sesi I, indeks bergerak dalam rentang positif antara 8.935 hingga 8.981.

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham berhasil melonjak maksimal hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham-saham ini turut mendominasi daftar top gainers, termasuk PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang menjadi sorotan.

Perdagangan sesi I mencatat volume transaksi sebanyak 32,84 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang terhimpun mencapai Rp 15,21 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.084.237 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 358 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 301 saham melemah, dan 153 saham lainnya stagnan.

Mayoritas Sektor Menguat

Sektor saham barang konsumsi non-primer memimpin penguatan pada sesi I, dengan kenaikan mencapai 3,07%. Sektor energi menyusul di posisi kedua dengan penguatan 1,6%, diikuti sektor kesehatan (1,46%), barang baku (1,32%), dan transportasi (1,13%).

Sementara itu, sektor infrastruktur mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,33%, disusul sektor keuangan yang turun tipis 0,29%.

Di pasar Asia, indeks saham mayoritas juga menunjukkan tren positif. Hang Seng (Hong Kong) naik 0,1%, Nikkei (Jepang) melonjak 1,47%, Shanghai (China) menguat 0,35%, dan Straits Times (Singapura) mencatat kenaikan tipis 0,03%.

Saham ‘Top Gainers’ dan ‘Top Losers’

Sejumlah saham mencatatkan auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan harga di atas 24%. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 24,92% ke level Rp 4.010 dan kembali mencetak rekor ARA dalam perdagangan hari ini. Adapun PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melesat 25% ke Rp 1.650, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 24,64% ke Rp 2.580.

Selain itu, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) naik 24,47% menjadi Rp 590, dan PT Indospring Tbk (INDS) menguat 24,35% ke Rp 286.

Sebaliknya, dua saham tercatat jatuh parah hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk daftar top losers. PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) anjlok 14,91% ke Rp 194, sementara PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (INPC) jatuh 14,38% ke Rp 625.