Detak Media — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan aturan radikal yang akan mewajibkan seluruh tim senior klub untuk memainkan setidaknya satu pemain homegrown.
Persyaratan ini ditujukan bagi pemain dengan kategori usia di bawah 21 tahun (U-21) atau di bawah 20 tahun (U-20) untuk tetap berada di lapangan sepanjang durasi pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Lini Belakang Timnas Indonesia Tampil Solid di FIFA Series 2026
Informasi mengenai wacana kebijakan baru tersebut pertama kali diungkapkan oleh jurnalis Martyn Ziegler dari media Times Sport melalui laporan terkini mengenai rencana pengembangan pemain muda global.
Tujuan Penguatan Peran Akademi dan Pemain Muda
Rencana penerapan aturan ini memiliki tujuan spesifik untuk mendorong pengembangan pemain muda di level klub secara lebih konsisten dan memiliki dampak jangka panjang.
Baca Juga: Liga Inggris Jadi Panutan dengan Aturan Homegrown, Layak Ditiru Liga Lain?
Kebijakan tersebut diproyeksikan dapat mencegah klub-klub profesional hanya mengandalkan pembelian pemain bintang berharga mahal tanpa memberikan kesempatan kepada lulusan akademi mereka sendiri.
Dengan adanya aturan wajib ini, setiap klub senior diharapkan memberikan menit bermain yang nyata bagi para talenta muda hasil binaan internal dalam kompetisi resmi kasta tertinggi.
Baca Juga: Pep Guardiola Sebut Nico O’Reilly Layak Jadi Pemain Muda Terbaik Liga Inggris Musim Ini
Proses Konsultasi dan Tahapan Pengajuan Proposal resmi
Saat ini, proposal mengenai kewajiban memainkan pemain homegrown tersebut masih berada dalam tahap konsultasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia.
Pihak FIFA melibatkan berbagai pihak mulai dari konfederasi, asosiasi nasional, pengelola liga profesional, hingga serikat pemain untuk mendapatkan masukan komprehensif terkait regulasi ini.
Proposal resmi terkait aturan pemain muda ini dijadwalkan akan diajukan kepada FIFA Council dalam kurun waktu 12 bulan ke depan untuk mendapatkan keputusan final.
Ikuti Detak Media
