Detak Media — Penyerang muda Real Madrid, Endrick, melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan calon buah hatinya yang diperkirakan akan berjenis kelamin laki-laki. Pemain asal Brasil tersebut mengungkapkan harapan agar putranya kelak tidak mengikuti jejaknya sebagai pesepak bola profesional karena menganggap dunia sepak bola bukan lingkungan yang ramah. Pernyataan ini menjadi sorotan publik mengingat karier Endrick yang tengah menanjak di level internasional.
Informasi mengenai hal tersebut mencuat setelah Endrick mengonfirmasi bahwa dirinya akan segera menjadi seorang ayah dalam waktu dekat. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menyampaikan pandangan pribadinya mengenai tekanan dan sisi gelap industri olahraga yang ia geluti saat ini. Endrick merasa perlu memberikan arahan masa depan yang berbeda bagi keturunannya agar terhindar dari tantangan serupa yang ia alami.
Baca Juga: Vinicius Jr Dukung Penuh Arbeloa Tetap Latih Real Madrid Musim Depan
Mengacu pada laporan dari The Guardian, Endrick menegaskan bahwa ia lebih menginginkan anaknya memilih profesi lain di luar bidang olahraga. Ia menekankan pentingnya bagi sang anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang lebih stabil dibandingkan dengan dinamika dunia sepak bola profesional yang penuh dengan ekspektasi tinggi.
Keinginan Endrick Agar Putranya Menjadi Dokter atau Pengacara
Dalam keterangannya, Endrick secara spesifik menyebutkan beberapa profesi formal yang ia harapkan dapat ditekuni oleh calon putranya di masa depan. Ia mencontohkan karier seperti dokter atau pengacara sebagai alternatif yang jauh lebih baik dibandingkan menjadi seorang atlet profesional di lapangan hijau. Hal ini ia sampaikan demi menjamin kenyamanan hidup sang anak di masa mendatang.
Baca Juga: Barcelona Pertimbangkan Hadapi Liverpool pada Laga Uji Coba Pramusim
“Saya berharap putra saya tidak menjadi pesepak bola karena sepak bola bukanlah tempat yang menyenangkan,” ujar Endrick sebagaimana dilansir dari sumber berita utama The Guardian. Ia menambahkan bahwa dirinya akan jauh lebih bahagia jika sang anak mengejar cita-cita dalam bidang akademis atau pekerjaan formal lainnya yang ia anggap memiliki risiko mental dan tekanan publik yang lebih rendah.
Pernyataan ini mencerminkan sudut pandang jujur Endrick mengenai betapa sulitnya menjaga kesehatan mental dan privasi di tengah sorotan publik sebagai bintang olahraga dunia. Meskipun meraih kesuksesan luar biasa di usia muda, pemain berusia 18 tahun ini tampaknya sangat menyadari beban berat dari tuntutan industri sepak bola modern yang sangat kompetitif.
Baca Juga: Hasil Bhayangkara FC vs Persib Bandung 2-4: Sempat Tertinggal, Namun Berhasil Comeback Indah
Realitas Lingkungan Sepak Bola Yang Sangat Keras
Endrick juga mengungkapkan bahwa sepak bola bukanlah dunia yang mudah untuk dijalani bagi siapa pun, termasuk bagi keturunannya sendiri kelak. Ia menggambarkan lingkungan kompetisi level tinggi sebagai tempat yang sangat tangguh dan penuh tekanan konstan yang bisa memengaruhi pertumbuhan pribadi seseorang secara drastis. Ia ingin melindungi putranya dari lingkungan yang ia sebut sangat keras tersebut.
“Sepak bola bukan dunia yang mudah, ini adalah lingkungan yang sangat keras bagi siapa pun yang berada di dalamnya,” ungkap penyerang Real Madrid tersebut. Ia memiliki komitmen besar untuk memastikan bahwa putranya dapat tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa dan memiliki kualitas kemanusiaan yang baik tanpa harus dibayang-bayangi oleh nama besar ayahnya di atas lapangan.
Lebih lanjut, Endrick menyampaikan keinginan mendalam agar sang anak kelak melihat dirinya sebagai sosok ayah yang normal, bukan sebagai sosok selebritas atau pemain bintang. Hal ini bertujuan agar sang putra memiliki ruang untuk membentuk identitasnya sendiri dengan bebas tanpa adanya tekanan dari status sosial sang ayah yang merupakan bintang sepak bola global.
Ikuti Detak Media
