BYD menyiapkan pembaruan besar untuk BYD Atto 3 setelah model terbarunya tercantum dalam daftar New Energy Vehicle Purchase Tax Exemption Directory di China. Pencatatan ini lazim menjadi penanda bahwa spesifikasi teknis kendaraan telah difinalkan menjelang peluncuran resmi.

Informasi tersebut mempertegas dokumen pengajuan sebelumnya ke MIIT yang lebih dulu mengungkap perubahan signifikan pada SUV listrik ini. Pembaruan yang dibawa tidak sebatas penyegaran desain, melainkan menyentuh platform, sistem penggerak, teknologi baterai, dimensi bodi, hingga kemampuan pengisian daya.

Generasi terbaru BYD Atto 3 dibangun di atas platform listrik murni anyar dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive. Perubahan arsitektur ini menggeser karakter kendaraan karena distribusi bobot menjadi lebih seimbang, traksi saat akselerasi meningkat, serta efisiensi penyaluran tenaga menjadi lebih optimal dibanding konfigurasi sebelumnya.

Denza B8 Segera Hadir di Indonesia, SUV Hybrid Mewah dengan Jarak Tempuh 905 Km

Blade Battery Generasi Kedua dan Jarak Tempuh 630 Km

SUV listrik ini mengadopsi Blade Battery generasi kedua yang menjadi fondasi hadirnya teknologi pengisian daya cepat. BYD menyediakan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 57,545 kWh dengan jarak tempuh 540 kilometer berdasarkan standar CLTC dan 68,547 kWh dengan jarak tempuh hingga 630 kilometer. Angka ini menempatkan BYD Atto 3 di jajaran SUV listrik dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya menurut standar pengujian di China.

Pembaruan paling menonjol terlihat pada kemampuan pengisian daya. Berkat kombinasi Blade Battery generasi kedua dan teknologi flash charging, BYD mengklaim baterai dapat diisi dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu lima menit.

Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim cukup sembilan menit. Bahkan pada suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian hanya bertambah sekitar tiga menit dibanding kondisi normal, menjawab salah satu kekhawatiran utama pengguna kendaraan listrik terkait lamanya waktu tunggu saat mengisi daya.

Dimensi Lebih Besar, Ruang Kabin Lebih Lega

Dimensi BYD Atto 3 mengalami peningkatan signifikan. Foto: MIIT via Car News China

BYD juga memperbesar dimensi bodi Atto 3 secara signifikan. Panjang kendaraan kini mencapai 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dengan jarak sumbu roda 2.770 mm. Pertambahan ukuran ini mengindikasikan ruang kabin yang lebih lega serta peningkatan kenyamanan penumpang, sekaligus menggeser posisinya mendekati segmen SUV kompak menengah.

Model ini tersedia dengan pilihan pelek 18 inci dan 19 inci, dilengkapi semi-hidden door handle serta panel D-pillar yang dapat dikustomisasi warnanya.

Secara visual, BYD Atto 3 masih mempertahankan bahasa desain keluarga Dynasty. Bagian depan menampilkan panel grille berwarna perak yang diapit lampu depan ramping beraksen gelap. Bumper depan memiliki ventilasi vertikal di sisi kiri dan kanan serta grille trapesium di bagian tengah.

Di belakang, lampu dirancang menyatu dalam panel dekoratif memanjang, dipadukan lampu rem dua segmen di bagian atas dan wiper kaca belakang, menciptakan tampilan yang lebih modern dan bersih.

Strategi BYD Menjawab Penurunan Penjualan di China

Meski BYD Atto 3 mencatat kesuksesan di berbagai pasar internasional, performanya di China justru mengalami penurunan. Sejak Oktober tahun lalu, penjualan bulanannya tidak lagi menembus angka 10.000 unit.

Bahkan pada Januari dan Februari tahun ini, volumenya turun ke kisaran 2.000 unit per bulan di tengah persaingan SUV listrik domestik yang semakin ketat. Pembaruan menyeluruh ini dipandang sebagai langkah strategis BYD untuk mengembalikan daya saing model tersebut di pasar dalam negeri sekaligus memperkuat posisinya di pasar global.

BYD Diam-Diam Siapkan Pikap Baru, Tertangkap Uji Jalan di China

Perubahan pada BYD Atto 3 generasi terbaru menyentuh hampir seluruh aspek teknis kendaraan, mulai dari platform, dimensi, baterai, performa, hingga teknologi pengisian daya. Dengan jarak tempuh hingga 630 kilometer, kemampuan pengisian super cepat lima menit, konfigurasi RWD, serta dimensi yang lebih lega, model ini diproyeksikan menetapkan standar baru di segmen SUV listrik kompak.