Detak Media — BYD resmi memperkenalkan penyegaran untuk BYD Atto 1 dalam ajang Beijing Auto Show 2026. Mobil listrik mungil yang di pasar domestik Tiongkok dikenal sebagai BYD Seagull ini mendapatkan peningkatan signifikan pada sektor jarak tempuh, performa, serta adopsi teknologi canggih yang sebelumnya lazim ditemui pada mobil kelas lebih tinggi.
Varian tertinggi Atto 1 terbaru kini diklaim mampu menempuh jarak hingga 505 kilometer (standar CLTC), meningkat jauh dari model sebelumnya yang berada di kisaran 405 km CLTC. Tidak hanya itu, BYD juga menawarkan opsi LiDAR sebagai paket tambahan, menjadikan Atto 1 sebagai salah satu mobil listrik entry-level pertama yang membawa teknologi sensor canggih tersebut.
Di Indonesia, BYD Motor Indonesia sebelumnya telah menegaskan bahwa harga Atto 1 tetap dipertahankan mulai dari Rp 199 juta untuk varian Dynamic dan Rp 235 juta untuk varian Premium per Maret 2026, meskipun ada perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik impor.
Jarak Tempuh Naik, Hadir Opsi LiDAR
Pembaruan paling menonjol ada pada peningkatan efisiensi baterai dan sistem manajemen energi. Dengan jarak tempuh hingga 505 km CLTC, Atto 1 facelift kini semakin relevan untuk penggunaan harian tanpa kekhawatiran pengisian daya terlalu sering.
Perlu dicatat, klaim 505 km menggunakan standar CLTC (China) yang cenderung lebih optimistis. Sebagai perbandingan, di pasar seperti Australia dan Selandia Baru, Atto 1 dipasarkan mulai dari AUD 23.990 (sekitar Rp 250 jutaan) dengan klaim:
- 220 km (WLTP) untuk varian Essential
- 310 km (WLTP) untuk varian Premium
Perbedaan ini wajar karena standar WLTP lebih ketat dan realistis dibanding CLTC.
Menariknya, BYD menyematkan opsi sistem LiDAR yang terhubung dengan paket bantuan pengemudi canggih God’s Eye B milik BYD. Sistem ini mengandalkan kombinasi LiDAR, kamera, radar, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan akurasi deteksi objek serta mendukung fitur semi-autonomous driving yang lebih presisi.
Kehadiran teknologi ini pada mobil listrik di kelas harga Rp 200 jutaan menjadi langkah agresif BYD dalam mendemokratisasi fitur keselamatan dan otonom.
Penyegaran Desain Eksterior dan Interior

Secara desain, siluet kompak dan karakter futuristik Atto 1 masih dipertahankan. Namun, sejumlah detail baru membuat tampilannya lebih modern, antara lain:
- Warna merah baru yang lebih mencolok
- Velg 16 inci dengan ban 175/55 R16
- Unit LiDAR terintegrasi di atap (untuk varian tertentu)
- Penambahan kamera di fender depan
- Detail lampu biru kecil di buritan
- Penggunaan wiper depan model ganda
Masuk ke kabin, BYD melakukan penyempurnaan ergonomi:
- Desain kontrol setir lebih ringkas
- Tombol konsol tengah diperbarui
- Wireless charging 50W kini dilengkapi ventilasi pendingin
- Tambahan satu cup holder
- Sandaran tangan model flip-top
Performa Motor Listrik Lebih Responsif

Motor listrik pada Atto 1 facelift kini menghasilkan tenaga maksimal 60 kW (sekitar 80 hp), sedikit meningkat dari versi sebelumnya. Peningkatan ini memberikan respons akselerasi yang lebih baik tanpa mengorbankan efisiensi energi yang menjadi ciri khas mobil listrik perkotaan.
Atto 1 dibangun di atas e-Platform 3.0 milik BYD, platform khusus kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi ruang, kestabilan baterai, dan distribusi bobot yang seimbang.
Sebelumnya, Atto 1/Seagull sempat mencatat penjualan bulanan tertinggi BYD dengan 34.005 unit pada April tahun lalu di pasar Tiongkok. Angka ini menegaskan peran model ini sebagai volume maker sekaligus pintu masuk konsumen ke ekosistem kendaraan listrik BYD.
Dengan kombinasi harga terjangkau, jarak tempuh semakin jauh, serta hadirnya teknologi LiDAR, Atto 1 facelift semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu mobil listrik entry-level paling canggih di kelasnya.
Ikuti Detak Media
