Detak Media — Era kepelatihan Bojan Hodak di Persib Bandung resmi berakhir. Pelatih asal Kroasia itu melepas jabatannya sebagai pelatih kepala Maung Bandung setelah sukses mengantarkan klub meraih tiga gelar liga secara beruntun atau three-peat.
Keputusan tersebut diumumkan Persib pada Senin (25/5/2026), hanya beberapa hari setelah tim memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026. Meski meninggalkan kursi pelatih kepala, Bojan dipastikan tetap berada di dalam struktur klub dengan jabatan baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.
Dalam pesan perpisahannya, Bojan menegaskan bahwa Persib merupakan institusi besar yang tidak bergantung pada satu sosok tertentu.
“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” ujar Bojan seperti dikutip dari situs resmi Persib.
Bangga Raih Three-Peat di Tengah Persaingan Ketat
Bojan mengaku bangga mampu membawa Persib mempertahankan dominasi di kompetisi domestik dalam situasi persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling sulit selama menangani Maung Bandung.
Ia menyoroti meningkatnya kekuatan finansial sejumlah klub pesaing seperti Borneo FC dan Persija Jakarta yang membuat persaingan perebutan gelar semakin berat.
“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis,” katanya.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyebut keberhasilan Persib mengumpulkan poin tertinggi dalam tiga musim terakhir menjadi bukti konsistensi tim di bawah tekanannya sebagai juara bertahan.
Menurut Bojan, tantangan terbesar bagi sebuah tim juara adalah mempertahankan mentalitas pemenang ketika seluruh lawan memiliki motivasi ekstra untuk mengalahkan mereka.
“Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ujar dia.
Alasan Mundur: Fokus Kesehatan dan Keluarga
Keputusan Bojan Hodak meninggalkan posisi pelatih kepala disebut bukan karena persoalan teknis ataupun kontrak, melainkan faktor kesehatan dan keluarga.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menjelaskan bahwa Bojan beberapa kali harus menjalani kontrol kesehatan selama menangani Persib. Selain itu, ia ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, termasuk mendampingi anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Meski mundur dari jabatan utama, Bojan memastikan dirinya tidak akan melatih klub lain dalam waktu dekat. Ia memilih tetap berada di lingkungan Persib melalui peran baru yang dinilai lebih ringan namun tetap strategis.
“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub,” ucap Bojan.
Tetap di Persib dengan Jabatan Strategis
Dalam struktur barunya, Bojan Hodak akan menjabat sebagai Shareholder Group Technical Advisor. Posisi tersebut membuatnya tetap terlibat dalam pengembangan jangka panjang Persib, termasuk memberi masukan teknis dan menjadi penghubung antara pemegang saham dengan tim.
Manajemen Persib menilai pengalaman Bojan selama membangun fondasi tim juara tetap dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan proyek klub.
Sementara itu, posisi pelatih kepala akan diisi oleh Igor Tolic mulai musim 2026/2027. Tolic sebelumnya merupakan asisten Bojan dan dianggap memahami filosofi permainan yang telah dibangun selama tiga musim terakhir.
Penunjukan Igor Tolic juga disebut sebagai bagian dari proses regenerasi dan transisi yang telah dipersiapkan manajemen sejak awal.
Warisan Besar untuk Maung Bandung
Bojan Hodak pertama kali datang ke Persib pada Juli 2023 ketika performa tim tengah tidak stabil. Dalam waktu singkat, ia berhasil mengubah Persib menjadi kekuatan dominan di sepak bola Indonesia.
Di bawah arahannya, Persib mencatat sejarah sebagai klub pertama di era profesional Liga Indonesia yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Tak hanya sukses secara kolektif, Bojan juga meraih penghargaan pelatih terbaik liga selama tiga musim berturut-turut.
Ia meninggalkan warisan berupa mental juara, disiplin tinggi, serta identitas permainan yang kuat bagi skuad Maung Bandung. Warisan itulah yang kini diharapkan dapat diteruskan Igor Tolic saat memimpin Persib menghadapi musim baru.
Ikuti Detak Media
