Seleksi CPNS 2026 Bakal Dibuka atau Tidak? Ini Penjelasan Terbaru dari Menteri PANRB

Pemerintah masih memetakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan lembaga (K/L) sebagai persiapan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, pihaknya telah meminta K/L untuk menyerahkan analisis kebutuhan pegawai mereka dalam lima tahun ke depan.

Analisis kebutuhan ini penting untuk melihat proyeksi kepegawaian di masa mendatang.

“Nah, saya sudah meminta mereka untuk melakukan analisis kebutuhan, sesuai dengan strategi 5 tahun ke depan. Jadi, kan kita supaya bisa lihat apakah nanti akan ada positive growth terhadap jabatan-jabatan tertentu, apakah ada harus minus growth, atau memang harus tetap seperti itu,” terang Rini sebagaimana yang kami kutip dari CNBC Indonesia, Senin (15/12).

Rini menambahkan, analisis kebutuhan tersebut juga harus selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Asta Cita. Kementerian PANRB akan berperan dalam menyiapkan postur ASN secara nasional.

Saat ini, fokus utama Kementerian PANRB adalah menyelesaikan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ASN bagi tenaga honorer. Masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang belum rampung menyelesaikan target pengangkatan ini, padahal seharusnya sudah selesai pada Oktober 2025.

Meskipun demikian, Rini mengungkapkan harapannya agar ke depan dapat lebih memprioritaskan fresh graduate.

“Ke depan saya sih berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” tegasnya.

Kendati demikian, Rini belum memberikan kepastian mengenai tanggal pembukaan CPNS 2026. Kepastian tersebut sangat bergantung pada hasil pemetaan kebutuhan ASN yang sedang berjalan di K/L.