Detak.Media — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Maluku. Peringatan ini mengindikasikan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang kemungkinan besar akan disertai oleh kilat/petir dan angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem ini diproyeksikan akan berlangsung mulai pukul 20:20 WIT hingga pukul 23:20 WIT pada hari ini, tanggal 4 Mei 2026. Masyarakat di seluruh wilayah yang terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Menurut data yang dirilis oleh BMKG, kondisi cuaca ini diprediksi akan berdampak pada sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Maluku, antara lain:
- Kabupaten Maluku Tengah: Banda
- Kabupaten Seram Bagian Timur: Wakate, Teor
- Kabupaten Seram Bagian Barat: Kairatu, Amalatu
Selain wilayah-wilayah yang disebutkan di atas, rilis BMKG juga menginformasikan bahwa kondisi cuaca serupa berpotensi meluas ke beberapa daerah lainnya. Khususnya, wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat disebutkan sebagai area yang dapat mengalami perluasan dampak cuaca ekstrem ini. Masyarakat di seluruh wilayah yang berpotensi terdampak perlu tetap siaga dan terus memantau informasi terkini dari BMKG terkait perkembangan cuaca.
Potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi berkurangnya jarak pandang secara signifikan, genangan air atau banjir lokal di daerah rendah, serta potensi terjadinya pohon tumbang dan putusnya ranting pohon yang membahayakan. Masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan memastikan keselamatan diri serta keluarga. Warga juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar dan memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi BMKG.
Intensitas hujan yang diperkirakan berada dalam kategori sedang hingga lebat menunjukkan bahwa curah hujan akan cukup tinggi dalam periode singkat. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor atau banjir. Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini.
Ikuti Detak.Media
