— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur, khususnya pada tanggal 4 Mei 2026. Peringatan ini mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem tersebut diperkirakan akan dimulai pada pukul 19:52 WITA dan berlangsung hingga pukul 21:50 WITA. Masyarakat di seluruh wilayah yang terdampak dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ini.

Menurut data resmi BMKG, kondisi cuaca ini diprediksi terjadi di sejumlah kabupaten/kota utama di Kalimantan Timur. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:

  • Kabupaten Paser: Long Ikis, Long Kali
  • Kabupaten Kutai Kartanegara: Muara Wis
  • Kabupaten Berau: Kelay
  • Kabupaten Kutai Barat: Damai, Muara Lawa, Jempang
  • Kabupaten Penajam Paser Utara: Babulu

Selain wilayah-wilayah yang disebutkan, BMKG juga melaporkan bahwa kondisi cuaca serupa berpotensi meluas ke beberapa daerah lain di Kalimantan Timur. Perluasan dampak cuaca ini diperkirakan akan mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Mahakam Ulu. Warga di daerah-daerah ini diminta untuk tetap siaga, memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari sumber resmi, dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan kondisi.

Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang ini dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi masyarakat dan lingkungan. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya genangan air di dataran rendah, banjir lokal, serta risiko tanah longsor di wilayah perbukitan atau lereng yang rawan. Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum, sementara jarak pandang yang berkurang dapat mengganggu aktivitas transportasi.

Intensitas hujan yang diprediksi berada pada kategori sedang hingga lebat ini mengindikasikan curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu singkat. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena dapat menyebabkan peningkatan debit air secara cepat di sungai-sungai dan memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.