Detak.Media — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia hingga 8 Mei 2026. Peringatan ini berlaku di tengah periode peralihan musim dari hujan ke musim kemarau, mengingat dinamika atmosfer global dan lokal yang masih aktif.
BMKG mencatat peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada awal Mei 2026, dengan intensitas bervariasi dari sedang hingga lebat. Kondisi ini terjadi karena sejumlah fenomena atmosfer yang aktif sekaligus, seperti Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin yang memasuki area Indonesia, sehingga meningkatkan kelembapan udara serta labilitas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan konvektif.
Fenomena-fenomena tersebut muncul meskipun sebagian besar wilayah sudah memasuki fase peralihan menuju musim kemarau yang umumnya ditandai dengan dominasi angin timuran dari Australia. Namun radiasi matahari yang tinggi pada siang hari diperkirakan masih cukup kuat untuk memicu hujan lokal pada sore dan malam hari.
Wilayah yang Diprediksi Terdampak
BMKG membagi prediksi potensi hujan lebat berdasarkan periode sebagai berikut:
- Periode 2–5 Mei 2026: wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan lebat antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
- Periode 6–8 Mei 2026: potensi hujan lebat kembali terlihat di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selain itu, data BMKG juga menunjukkan adanya peringatan cuaca ekstrem jangka pendek yang masih aktif pada beberapa provinsi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, dan Maluku pada 3 Mei 2026. Informasi ini menjadi sinyal peringatan untuk waspada hujan lebat dalam beberapa jam mendatang.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Menanggapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk:
- Banjir lokal, tanah longsor di kawasan perbukitan atau lereng, serta genangan air terutama di area perkotaan.
- Angin kencang, yang berpotensi merobohkan pohon atau baliho, sehingga masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon tinggi, papan reklame besar, atau struktur bangunan yang rapuh.
- Pengendara kendaraan bermotor diminta berhati-hati karena jarak pandang menurun tajam saat hujan disertai petir.
BMKG juga mengimbau masyarakat secara berkala memantau update informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi @infoBMKG, guna mendapatkan peringatan dini atau rekomendasi terkini terkait cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.
Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan, khususnya di perairan Banten, Bengkulu, dan perairan Sumatera Barat, dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5–4,0 meter. Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas pelayaran dan nelayan di wilayah terkait.
Ikuti Detak.Media
