Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi, 4 Mei 2026, pukul 07.56 WIB. Data awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 4 kilometer dan berpusat di darat.
Episenter gempa tercatat berada sekitar 9 kilometer barat laut Garut pada koordinat 7.17° Lintang Selatan dan 107.83° Bujur Timur. Kedalaman yang sangat dangkal membuat getaran gempa lebih mudah dirasakan di permukaan, meskipun magnitudonya relatif kecil.
BMKG mencatat gempa terjadi tepat pada pukul 07:56:54 WIB. Analisis sementara menunjukkan pusat gempa berada di daratan, bukan di laut, yang menjadi salah satu faktor mengapa getaran cukup terasa di sejumlah wilayah sekitar episenter.
BMKG menegaskan bahwa informasi ini merupakan hasil analisis awal dan masih dapat diperbarui seiring masuknya data tambahan dari jaringan sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah.
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan laporan masyarakat dan pemetaan intensitas BMKG, getaran gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Sejumlah kecamatan di Garut yang melaporkan merasakan getaran antara lain Kamojang, Leles, Tarogong, Bayongbong, Banyuresmi, Samarang, Kadungora, Sukaresmi, dan Nagreg. Getaran bahkan dilaporkan terasa hingga wilayah Cicalengka di Kabupaten Bandung, serta beberapa titik di Bandung bagian timur.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah dilaporkan tetap berjalan normal setelah getaran mereda.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG.
Wilayah Rawan Aktivitas Seismik
Garut dan sekitarnya dikenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi. Secara geologis, kawasan ini berada dekat dengan jalur patahan aktif di Jawa Barat serta dipengaruhi oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Jawa.
Kondisi ini membuat gempa-gempa dangkal kerap terjadi di wilayah Garut dan sekitarnya.
Imbauan Keselamatan dari BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu siap siaga menghadapi potensi gempa susulan, meskipun dengan magnitudo kecil. Warga diimbau memahami langkah keselamatan dasar saat gempa terjadi, seperti:
- Berlindung di bawah meja yang kokoh
- Menjauhi lemari, kaca, dan benda yang berpotensi jatuh
- Tidak panik dan segera keluar bangunan setelah guncangan berhenti
BMKG juga menekankan pentingnya tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti pembaruan resmi melalui kanal komunikasi BMKG.
Ikuti Detak.Media
