Detak.media — Saham Astra Otoparts (AUTO) dan Astra International (ASII) diperkirakan berpeluang menguat menyusul pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yang disebut-sebut sebagai pameran otomotif terbesar sepanjang sejarah.
GIIAS akan digelar pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 dan diharapkan mendorong penjualan otomotif domestik, kata analis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Optimisme Penjualan Otomotif
Sepanjang semester I-2026, penjualan mobil secara grosir (wholesales) — dari pabrikan ke diler — mencapai 436.564 unit, meningkat 15,9% year on year dibandingkan semester I-2025 sebesar 376.707 unit.
Secara bulanan, penjualan grosir pada Juni 2026 meningkat 12% menjadi 77.550 unit dibandingkan bulan sebelumnya. “Kinerja tersebut memperpanjang tren pemulihan bertahap yang telah berlangsung sejak Maret 2026,” ungkap Rudy.
GIIAS 2026 dan Harapan Pasar
“GIIAS 2026 diperkirakan menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah pameran tersebut dengan keikutsertaan lebih dari 65 merek otomotif,” tulis analis MNC Sekuritas, Muhamad Rudy Setiawan dalam risetnya.
Penyelenggaraan GIIAS yang lebih besar diharapkan meningkatkan momentum penjualan, namun beberapa ketidakpastian masih membayangi pasar.
Kendala Kebijakan dan Tekanan Biaya
Pemerintah belum merampungkan paket insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sebelumnya diharapkan berlaku pada Juli 2026, sehingga waktu penerapan kebijakan tersebut masih belum dapat dipastikan.
MNC Sekuritas mempertahankan pandangan netral terhadap sektor otomotif, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat yang masih terbatas serta kenaikan biaya bahan baku akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan harga plastik.
Selain itu, suku bunga diperkirakan bergerak naik secara bertahap setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin pada Juni 2026.
Rekomendasi Saham dan Target Harga
MNC Sekuritas mempertahankan Astra Otoparts (AUTO) sebagai salah satu saham pilihan teratas dengan rekomendasi “buy” dan target harga sebesar Rp 3.200.
Perusahaan itu juga menetapkan Astra International (ASII) sebagai saham pilihan utama dengan rekomendasi “buy” dan target harga Rp 7.000.
Rekomendasi tersebut didukung oleh kinerja laba yang solid, arus kas yang tetap kuat, serta eksposur ASII dan AUTO terhadap pertumbuhan populasi kendaraan yang beroperasi di Indonesia. Jumlah kendaraan tersebut telah bertambah sekitar 10 juta unit dalam satu dekade terakhir.
Ikuti Detak.media
