Film Tumbal Proyek siap tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026 dengan pendekatan teror psikologis dan adegan gore yang intens. Diproduksi oleh Dee Company, film ini mengangkat mitos lama yang akrab di masyarakat: praktik “tumbal proyek” dalam pembangunan infrastruktur besar. Isu tersebut kerap dikaitkan secara folklor dengan proyek-proyek raksasa, termasuk cerita rakyat yang beredar di sekitar Jembatan Suramadu.

Disutradarai dan ditulis oleh Faisal Reza yang dikenal luas dengan nama Jero Point di media sosial, film ini menjanjikan horor yang tidak bertumpu pada jumpscare, melainkan atmosfer mencekam, konflik batin, serta misteri yang perlahan terkuak.

Sinopsis: Mencari Kebenaran di Balik Hilangnya Sang Ayah

Kisah berpusat pada Yuda, seorang pemuda yang curiga bahwa kematian ayahnya, Bayu, bukan sekadar kecelakaan kerja di proyek pembangunan jembatan besar di kotanya. Yuda meyakini ada sesuatu yang disembunyikan oleh perusahaan konstruksi tempat ayahnya bekerja.

Demi menemukan kebenaran, Yuda nekat menyusup ke lingkungan proyek tersebut. Bersama ibu dan adiknya, ia mencoba merangkai potongan demi potongan misteri yang mengarah pada dugaan praktik tumbal manusia demi kelancaran proyek.

Narasi dibangun melalui penyelidikan personal yang penuh tekanan psikologis, memperlihatkan bagaimana rasa duka berubah menjadi obsesi yang berbahaya.

Pemeran Yuda, Kiesha Alvaro, melakukan riset langsung ke lapangan demi memperdalam perannya. Ia mempelajari pekerjaan dasar buruh proyek seperti mengaduk semen, memaku, hingga mencangkul agar gestur dan bahasa tubuhnya terasa autentik di layar.

Pendekatan ini menjadi bagian dari visi sutradara yang ingin menghadirkan realisme kuat sebelum elemen horor mengambil alih cerita.

Deretan Pemain dan Peran Kunci

Film ini diperkuat jajaran aktor lintas generasi:

  • Callista Arum sebagai Laras, adik Yuda
  • Karina Suwandi sebagai Martha, ibu Yuda
  • Rendy Khrisna sebagai Bayu, sang ayah
  • Eduward Manalu sebagai Sutomo
  • Fuad Idris sebagai Mbah Tarmo
  • Agus Firmansyah sebagai Rudi
  • Adi Sudirja sebagai Yanto

Sementara itu, produser Dheeraj Kalwani menjadi motor di balik realisasi proyek ini bersama Dee Company.

Kiesha Alvaro mengaku adegan kesurupan menjadi tantangan terberat karena menguras energi fisik dan mental. Di sisi lain, Callista Arum menyebut adegan berdoa sebagai salah satu momen paling emosional dalam film.

Dengan durasi sekitar 100 menit, film ini dirancang menghadirkan pengalaman menonton yang intens, gelap, dan menekan dari awal hingga akhir.

Horor yang Berangkat dari Mitos yang Hidup di Masyarakat

“Tumbal Proyek” memanfaatkan mitos yang sudah lama beredar di masyarakat Indonesia, terutama di sekitar proyek-proyek besar. Meski tidak dimaksudkan sebagai representasi fakta, film ini memotret bagaimana kepercayaan tersebut hidup sebagai cerita turun-temurun yang membentuk ketakutan kolektif.

Pendekatan ini membuat film horor terasa lebih dekat dengan realitas sosial penonton.

Dengan kombinasi riset karakter, atmosfer kelam, serta isu yang familiar di masyarakat, Tumbal Proyek berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dibicarakan pada pertengahan 2026.