Al Ahli berhasil mempertahankan gelar juara AFC Champions League Elite setelah menundukkan wakil Jepang, Machida Zelvia, dengan skor tipis 1-0. Pertandingan final edisi 2025-2026 ini digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan dramatis klub asal Arab Saudi tersebut dipastikan melalui gol tunggal penyerang Timnas Arab Saudi, Feras Al Brikan, pada masa tambahan waktu atau extra time. Hasil ini sekaligus memastikan skuat asuhan Mathias Jaissle merengkuh trofi kasta tertinggi antarklub Asia selama dua musim berturut-turut.

Baca Juga: Hat-Trick Kingsley Coman Warnai Kemenangan Al-Nassr 5-1 Atas Al Ahli SC di Semifinal AFC Champions League 2

Sebelum memasuki babak tambahan waktu, kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit waktu normal. Pertandingan berjalan ketat dengan tensi tinggi sejak menit awal, di mana kedua kesebelasan saling jual beli serangan untuk memecah kebuntuan.

Drama Kartu Merah Zakaria Al Hawsawi

Al Ahli menghadapi tantangan berat dalam upaya mempertahankan gelar setelah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-68. Bek mereka, Zakaria Al Hawsawi, diusir keluar lapangan oleh wasit setelah melakukan pelanggaran disiplin yang fatal.

Baca Juga: Indonesia Kalah Tipis 2-3 Dari Arab Saudi, Feras Albrikan Cetak Brace

Zakaria Al Hawsawi menerima kartu merah langsung lantaran kedapatan menanduk pemain Machida Zelvia, Tete Yengi. Insiden ini sempat mengubah peta kekuatan di lapangan, membuat wakil Jepang lebih leluasa dalam melakukan tekanan di sisa waktu normal.

Meski kalah dalam jumlah pemain, Al Ahli tetap mampu meladeni perlawanan sengit dari Machida Zelvia. Kedisiplinan lini belakang tuan rumah menjadi faktor kunci yang meredam agresivitas tim asuhan Go Kuroda tersebut hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan.

Gol Penentu Feras Al Brikan di Babak Tambahan

Memasuki babak tambahan waktu, Al Ahli justru berhasil menciptakan peluang emas yang berujung pada gol kemenangan. Feras Al Brikan muncul sebagai pahlawan setelah sukses menyambar bola di depan gawang lawan pada masa krusial.

Proses gol bermula dari skema operan silang dari sisi sayap kanan yang dilepaskan ke jantung pertahanan lawan. Gelandang Franck Kessie kemudian memberikan sontekan tipis yang langsung disambar oleh Al Brikan untuk menggetarkan jala gawang Machida Zelvia.

Keberhasilan ini sekaligus meruntuhkan tembok pertahanan Machida Zelvia yang dikenal sangat solid sepanjang turnamen. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang penuh ketegangan ini.

Kegagalan Machida Zelvia dan Dominasi Al Ahli

Kekalahan ini memutus catatan impresif Machida Zelvia yang berstatus sebagai debutan di ajang ini. Sebelum partai final, tim asuhan Go Kuroda tersebut memiliki rekor tidak pernah kebobolan selama fase gugur, mulai dari babak 16 besar hingga semifinal.

Machida Zelvia tercatat menyingkirkan Gangwon FC, Al Ittihad, dan Shabab Al Ahli dengan skor identik 1-0 sebelum akhirnya tumbang di partai puncak. Mereka gagal menjadi tim Jepang pertama yang menjuarai kompetisi ini sejak Urawa Red Diamonds pada tahun 2022.

Sebaliknya, Al Ahli sukses mengulang memori indah musim lalu di tempat yang sama. Pada edisi 2024-2025, mereka juga mengalahkan wakil Jepang lainnya, Kawasaki Frontale, dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak oleh Galeno dan Franck Kessie.