Detak Media — Pengumuman 26 pemain Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 oleh pelatih Carlo Ancelotti pada 19 Mei 2026 memunculkan kejutan. Sejumlah pemain yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting Selecao justru tidak masuk daftar akhir.
Keputusan ini menegaskan arah baru Brasil: regenerasi, kebugaran, dan konsistensi performa klub menjadi pertimbangan utama dibanding nama besar semata.
Berikut delapan pemain yang dipastikan gagal menembus skuad akhir.
Thiago Silva

Bek veteran Thiago Silva menjadi pencoretan paling emosional. Di usia 41 tahun saat turnamen berlangsung, ia memang masih aktif di level klub, namun faktor usia dan kebutuhan regenerasi di lini belakang membuat Ancelotti memilih opsi yang lebih muda.
Silva sebelumnya menyatakan ambisi tampil di Piala Dunia kelima, tetapi pengalaman panjangnya tak cukup menggeser prioritas pelatih pada mobilitas dan stamina lini belakang.
Philippe Coutinho

Karier Philippe Coutinho tak pernah benar-benar kembali ke puncak sejak meninggalkan Liverpool. Kini bermain di Brasil bersama Vasco da Gama, ia kesulitan menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk level timnas.
Persaingan di lini tengah yang padat membuat Coutinho kalah bersaing dengan gelandang yang lebih bugar dan stabil performanya.
Roberto Firmino

Gaya bermain “false nine” milik Roberto Firmino sempat menjadi warna tersendiri di era sebelumnya. Namun setelah berkarier di Timur Tengah bersama Al-Sadd, namanya makin jarang masuk radar timnas.
Ia juga absen di Piala Dunia 2022, dan tren itu berlanjut pada edisi 2026.
Richarlison

Penyerang Richarlison yang bersinar di Piala Dunia 2022 harus menelan kenyataan pahit. Performa yang naik-turun di Tottenham serta masalah kebugaran sejak April membuatnya tidak masuk prioritas Ancelotti.
Kondisi fisik menjadi pertimbangan krusial dalam pemilihan skuad kali ini.
Gabriel Jesus

Gabriel Jesus masih berada di usia emas, namun cedera berulang dan menit bermain yang terbatas di Arsenal memengaruhi peluangnya.
Produktivitas gol yang menurun membuatnya kalah bersaing dengan penyerang yang sedang berada di performa puncak.
Joao Pedro

Nama Joao Pedro menjadi kejutan terbesar. Meski tampil produktif di level klub, ia tetap dicoret dari daftar akhir.
Ancelotti disebut lebih memilih komposisi lini depan yang sudah memiliki chemistry di tim nasional.
Estevao

Talenta muda Estevao Willian digadang sebagai masa depan Selecao. Namun cedera paha yang belum sepenuhnya pulih membuatnya kalah dalam persaingan ketat lini depan.
Brasil memilih tidak mengambil risiko pada pemain yang belum 100 persen fit.
Andrey Santos

Di lini tengah, Andrey Santos harus mengakui ketatnya persaingan. Nama-nama seperti Casemiro, Bruno Guimarães, Lucas Paquetá, dan Fabinho membuat ruangnya semakin sempit.
Ia tetap dipandang sebagai aset masa depan, namun belum untuk Piala Dunia kali ini.
Keputusan mencoret delapan nama ini menegaskan pendekatan Ancelotti: fokus pada kebugaran, keseimbangan usia, dan kecocokan taktik. Reputasi besar tidak lagi menjadi jaminan tempat di skuad.
Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan wajah yang lebih segar, menggabungkan pengalaman dan energi muda demi mengejar bintang keenam.
Ikuti Detak Media
