— Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memicu kontroversi setelah memutuskan tidak memasukkan Joao Pedro ke dalam skuad Selecao untuk Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan bersamaan dengan rilis daftar resmi 26 pemain yang akan dibawa Brasil ke turnamen yang berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Pencoretan Joao Pedro langsung menjadi sorotan karena striker Chelsea itu tampil cukup impresif sepanjang musim 2025/2026. Banyak pihak sebelumnya memperkirakan namanya hampir pasti masuk skuad akhir Brasil berkat performa konsistennya di level klub.

Namun Ancelotti justru memilih kombinasi pemain senior dan beberapa talenta muda lain untuk mengisi lini depan Tim Samba. Keputusan tersebut pun memunculkan banyak pertanyaan mengenai arah baru yang ingin dibangun pelatih asal Italia itu di sektor serang Brasil.

Joao Pedro Tetap Tersingkir Meski Tampil Tajam

Joao Pedro menjalani musim yang cukup solid bersama Chelsea setelah direkrut dari Brighton. Penyerang berusia 24 tahun tersebut menjadi salah satu andalan di lini depan The Blues sepanjang kompetisi musim ini.

Di ajang Premier League, Joao Pedro sukses mencetak 15 gol dari total 34 pertandingan. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan tiga gol di Liga Champions dan tampil konsisten sebagai starter reguler.

Meski memiliki statistik yang cukup baik, performa tersebut ternyata belum mampu meyakinkan Carlo Ancelotti untuk memberinya tempat di skuad utama Brasil.

Keputusan itu membuat banyak penggemar sepak bola Brasil mempertanyakan pertimbangan teknis sang pelatih, terlebih Joao Pedro dianggap sedang berada dalam performa terbaiknya.

Respons Tenang Joao Pedro

Setelah resmi dicoret dari skuad Piala Dunia, Joao Pedro memberikan tanggapan melalui pernyataan resminya. Meski mengaku kecewa, ia tetap mencoba menerima keputusan tersebut dengan sikap profesional.

Striker Chelsea itu menegaskan dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik setiap kali mendapat kesempatan bermain. Namun ia menyadari bahwa tidak semua impian dapat terwujud dalam dunia sepak bola.

Joao Pedro juga menyebut bahwa kegembiraan dan rasa frustrasi merupakan bagian dari perjalanan seorang pemain profesional. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada Timnas Brasil meskipun gagal menjadi bagian dari skuad Piala Dunia musim panas ini.

Pemain asal Brasil tersebut berharap rekan-rekannya mampu membawa pulang gelar juara dunia keenam untuk Selecao.

Neymar Dipanggil, Rayan Jadi Kejutan

Kontroversi semakin besar setelah Ancelotti memutuskan memanggil Neymar ke dalam skuad Piala Dunia. Penyerang Santos itu baru saja pulih dari periode sulit setelah sebelumnya mengalami cedera panjang saat bermain untuk Al Hilal.

Neymar diketahui hanya tampil tujuh kali dalam kurun waktu 18 bulan terakhir. Meski demikian, Ancelotti tetap percaya pengalaman dan kualitas sang pemain masih dibutuhkan Brasil di turnamen besar.

Selain Neymar, nama muda seperti Rayan juga menjadi kejutan dalam daftar skuad. Winger berusia 19 tahun milik Bournemouth itu tampil cukup menjanjikan sejak bergabung dari Vasco da Gama pada bursa transfer Januari lalu.

Rayan berhasil mencetak lima gol dan dua assist hanya dalam 13 pertandingan bersama Bournemouth. Penampilan impresif tersebut membuatnya mendapatkan kesempatan besar tampil di Piala Dunia pertamanya.

Sementara itu, striker Brentford, Igor Thiago, juga mendapat panggilan setelah menjalani musim produktif dengan torehan 22 gol.

Skuad Brasil Andalkan Kombinasi Senior dan Pemain Muda

Dalam skuad pilihannya, Carlo Ancelotti tetap mempertahankan sejumlah pemain senior yang sudah berpengalaman di level internasional. Posisi penjaga gawang akan diisi oleh Alisson Becker, Ederson, dan Weverton.

Di lini belakang, Brasil masih mengandalkan Marquinhos serta Gabriel Magalhães yang tampil konsisten bersama klub masing-masing musim ini.

Sektor penyerangan juga diperkuat nama-nama besar seperti Vinícius Júnior, Raphinha, dan Endrick.

Kini, keputusan Carlo Ancelotti mencoret Joao Pedro dipastikan akan terus menjadi bahan perdebatan jelang dimulainya Piala Dunia 2026.