Detak Media — Xiaomi akhirnya buka suara soal alasan di balik batalnya peluncuran ponsel yang sempat sangat dinanti, Xiaomi 17 Air. Dalam sebuah siaran langsung resmi, Partner sekaligus Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, mengungkap bahwa proyek flagship ultra-tipis tersebut dihentikan sesaat sebelum memasuki tahap produksi massal karena dianggap tidak memenuhi standar pengalaman pengguna.
Menurut Lu Weibing, perencanaan, riset, hingga persiapan produksi awal untuk perangkat ini sebenarnya sudah rampung. Bahkan, proyek tersebut disebut sudah sangat dekat dengan fase komersial sebelum akhirnya diputuskan untuk dihentikan secara internal.
Terlalu Tipis, Daya Tahan Baterai dan Performa Terdampak
Lu menjelaskan, tim insinyur Xiaomi menemukan keterbatasan besar akibat desain bodi yang dibuat sangat tipis. Upaya menekan ketebalan secara ekstrem berdampak langsung pada dua aspek krusial: daya tahan baterai dan stabilitas performa jangka panjang.
Dalam pengujian internal, perangkat dinilai tidak mampu memberikan pengalaman penggunaan harian yang konsisten, terutama terkait ketahanan baterai dan manajemen panas saat beban kerja tinggi.
Alih-alih memaksakan rilis ponsel flagship dengan kompromi yang terlalu besar di dunia nyata, Xiaomi memilih menghentikan proyek tersebut sepenuhnya.
Langkah ini terbilang langka, karena Xiaomi jarang membahas secara terbuka produk flagship yang dibatalkan sebelum peluncuran.
Diduga Kuat Bernama Xiaomi 17 Air
Meski Xiaomi tidak pernah mengumumkan nama resminya, berbagai bocoran internal mengarah kuat bahwa perangkat yang dimaksud adalah Xiaomi 17 Air.
Prototipe yang sempat bocor diketahui memiliki nomor model 26023PN08C dengan nama kode “pecan”. Desainnya memperlihatkan kemiripan dengan konsep ponsel ultra-tipis bergaya “Air”, dengan tata letak kamera ganda horizontal dan sasis yang sangat ramping.
Menariknya, prototipe Xiaomi ini masih mempertahankan sistem speaker bawah, berbeda dari pendekatan desain ultra-minimalis yang biasa mengorbankan aspek multimedia. Ini menunjukkan bahwa Xiaomi tetap berupaya menjaga kualitas audio meski ruang internal sangat terbatas.
Fokus Dialihkan ke Xiaomi 17 Max
Dalam siaran yang sama, Lu Weibing juga menjelaskan alasan Xiaomi menghadirkan varian “Max” alih-alih model “Plus” seperti generasi sebelumnya.
Menurutnya, ponsel “Plus” biasanya hanya menawarkan layar lebih besar dari model standar. Sementara Xiaomi 17 Max hadir sebagai peningkatan menyeluruh, bukan sekadar pembesaran dimensi.
Xiaomi 17 Max yang sudah diumumkan akan meluncur bulan ini membawa sejumlah peningkatan besar, antara lain:
- Kamera utama 200 MP dengan tuning dari Leica Camera
- Lensa telefoto periskop 3x
- Baterai Jinshajiang berkapasitas 8.000 mAh
- Fokus pada ketahanan baterai level flagship dan kemampuan fotografi
Strategi ini menunjukkan arah baru Xiaomi yang lebih mengutamakan daya tahan, performa stabil, dan kemampuan kamera, dibanding mengejar desain ultra-tipis.
Xiaomi Pilih Fungsionalitas Dibanding Tren Ultra-Tipis
Pembatalan Xiaomi 17 Air memperlihatkan filosofi baru Xiaomi untuk lini flagship. Di tengah tren industri yang mulai kembali mengejar ponsel super tipis, Xiaomi menilai pendekatan tersebut masih membawa terlalu banyak kompromi pada penggunaan nyata.
Daripada merilis perangkat dengan keterbatasan termal dan daya tahan, Xiaomi memilih fokus pada perangkat seperti Xiaomi 17 Max yang menawarkan kemampuan hardware lebih kuat secara menyeluruh.
Bagi penggemar Xiaomi, Xiaomi 17 Air kini menjadi salah satu “produk misterius” paling menarik dalam sejarah perusahaan — sebuah flagship yang nyaris meluncur, namun dihentikan karena Xiaomi menilai pengalaman penggunanya belum layak.
Ikuti Detak Media
