Toyota Hilux Travo‑e Resmi Diluncurkan: Pikap Listrik Tangguh dengan Jarak Tempuh 240 Km

Toyota resmi menghadirkan Hilux Travo‑e, varian listrik penuh dari pikap legendaris yang selama ini dikenal tangguh di berbagai medan. Model ini menggabungkan kemampuan off‑road dan utilitas profesional Hilux dengan sistem penggerak listrik.

Travo‑e memakai konfigurasi dual‑motor AWD dan baterai 59,2 kWh yang dipasang di bawah rangka. Menurut data pabrikan, kendaraan ini mampu menempuh hingga 240 km dalam siklus WLTP dalam satu kali pengisian.

All-New Toyota Hilux 2026 Resmi Meluncur: Hadir dengan Varian Listrik Murni dan Diesel

Eksterior: Tetap Kokoh, Dilengkapi Sentuhan Elektrifikasi

Eksterior Toyota Hilux Listrik Travo E 2026
Foto: Toyota

Desain Travo‑e mempertahankan karakter gagah Hilux namun menambahkan elemen yang menegaskan identitas listrik. Dimensi mobil listrik Toyota ini tercatat panjang 5.320 mm, lebar 1.855 mm, dan tinggi 1.800 mm, sesuai untuk penggunaan perkotaan maupun medan berat.

Bagian depan menampilkan gril lebih ramping dengan aksen biru, lampu depan LED projector, serta bumper yang dirancang lebih aerodinamis. Velg alloy 17 inci dipilih untuk kombinasi efisiensi aerodinamis dan kekuatan.

Bak belakang tetap fungsional dengan panjang 1.555 mm, lebar 1.540 mm, dan tinggi 480 mm. Lampu belakang LED horizontal memperkuat kesan modern sekaligus meningkatkan visibilitas.

Interior Dan Teknologi: Fungsional Dan Terhubung

Interior Toyota Hilux Listrik Travo E 2026
Foto: Toyota

Kabin Travo‑e mengutamakan ergonomi untuk keperluan kerja. Posisi duduk tinggi memberikan visibilitas luas dan memudahkan pengawasan barang di bak pikap.

Fitur hiburan dan konektivitas disediakan melalui layar sentuh 9 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Panel instrumen digital menampilkan informasi baterai, estimasi jarak tempuh, dan mode penggerak secara intuitif.

Fitur keselamatan meliputi ABS, EBD, kontrol stabilitas (VSC), airbag depan dan samping, serta sensor parkir. Toyota juga menyertakan sistem manajemen energi untuk memantau konsumsi daya real‑time dan memilih mode berkendara: Eco, Normal, dan Power.

Performa Dan Baterai

Performa Baterai Toyota Hilux Listrik Travo E 2026
Foto: Toyota

Travo‑e ditenagai sistem dua motor. Motor depan menghasilkan sekitar 112 PS dan torsi 205 Nm, sedangkan motor belakang menyumbang 176 PS dengan torsi 268 Nm, sehingga total output sistem mencapai 196 PS.

Baterai lithium‑ion berkapasitas 59,2 kWh diposisikan di bawah rangka untuk menurunkan pusat gravitasi. Jangkauan tercatat hingga 240 km (WLTP), sementara estimasi pada siklus NEDC bisa melebihi 300 km menurut pabrikan.

Untuk pengisian, Travo‑e mendukung DC fast charging hingga 125 kW yang memungkinkan pengisian dari 20% ke 80% dalam sekitar 40–50 menit. Toyota juga menyebutkan perlindungan baterai lewat sistem “Diamond Guard” untuk mengatasi benturan di medan berat.

Kapasitas angkut tidak ditinggalkan: payload sekitar 715 kg dan kemampuan towing hingga 1.600 kg, setara dengan utilitas versi diesel.

SpesifikasiAngka
Panjang/Lebar/Tinggi5.320 / 1.855 / 1.800 mm
Bak1.555 x 1.540 x 480 mm
Baterai59,2 kWh
JangkauanWLTP 240 km (perkiraan NEDC >300 km)
Pengisian DCHingga 125 kW (20% → 80% ≈ 40–50 menit)
Payload / Towing~715 kg / 1.600 kg
Total Output196 PS

Harga Dan Posisi Varian

Di Thailand, Toyota menawarkan Hilux Travo‑e sebagai varian tunggal Double Cab 4TREX AWD dengan harga resmi mulai dari ฿1.491.000. Konversi kasarnya mencapai sekitar Rp 768 juta berdasarkan kurs yang disebutkan, menempatkan Travo‑e sebagai model premium dibandingkan varian Travo berbahan bakar diesel.

Di pasar yang sama, varian Travo diesel tersedia dalam beberapa trim dengan rentang harga lebih rendah, sehingga Travo‑e menempati posisi teratas dalam lineup Hilux‑Travo.

Peluncuran Travo‑e di Thailand menjadi indikasi kesiapan Toyota menghadirkan pikap listrik di kawasan. Indonesia sebagai pasar penting untuk segmen pikap dan niaga ringan berpeluang menjadi tujuan model ini, terutama jika Travo‑e diproduksi atau diekspor dari Thailand.

Namun, beberapa faktor teknis dan regulasi akan menentukan kelayakan masuknya ke pasar nasional, termasuk kebijakan kendaraan listrik, insentif fiskal, infrastruktur pengisian, serta kesiapan layanan purna jual terkait baterai dan komponen.