Xiaomi Pertimbangkan Batalkan HyperOS 3 untuk Sejumlah HP, Ini Daftarnya
Xiaomi dikabarkan tengah memasuki tahap akhir peluncuran pembaruan HyperOS 3 untuk berbagai perangkatnya di pasar global. Sistem operasi terbaru ini mayoritas berbasis Android 15 dan disebut telah menjangkau sekitar 90 persen dari total perangkat yang masuk daftar eligible. Namun, sejumlah laporan terbaru menyebutkan Xiaomi berpotensi menghentikan atau membatalkan pembaruan HyperOS 3 untuk beberapa model ponsel populer.
Berdasarkan informasi dari komunitas pengguna Xiaomi, mayoritas perangkat flagship telah menerima pembaruan HyperOS 3 versi stabil. Mulai dari lini premium hingga kelas menengah dan entry-level di bawah merek Xiaomi, Redmi, dan POCO, pembaruan ini diluncurkan secara bertahap sejak akhir 2025.
Namun, seiring mendekati penyelesaian distribusi, kecepatan pengembangan HyperOS 3 dilaporkan melambat untuk beberapa model tertentu. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Xiaomi mungkin tidak melanjutkan pembaruan ke tahap beta atau stabil pada perangkat-perangkat tersebut.
Sejumlah Model Masuk Zona Tidak Pasti
Beberapa smartphone yang disebut berpotensi tidak lagi menerima HyperOS 3 antara lain Xiaomi 13 Lite, POCO F5, POCO F5 Pro, Redmi Note 12T Pro, serta Xiaomi 13T. Model-model ini dilaporkan sudah cukup lama tidak mendapatkan pembaruan beta, bahkan sebagian di antaranya mandek di tahap pengujian internal atau alpha.
Untuk pasar global, sejumlah perangkat tersebut dikenal dengan nama berbeda dibandingkan versi Tiongkok. Sebagai contoh, POCO F5 merupakan versi global dari Redmi Note 12 Turbo, sementara POCO F5 Pro dikenal sebagai Redmi K60 di pasar domestik China. Absennya pembaruan beta dalam beberapa bulan terakhir memperkuat dugaan bahwa Xiaomi tengah mengevaluasi kelanjutan dukungan HyperOS 3 pada perangkat tersebut.
Fitur Unggulan HyperOS 3
HyperOS 3 membawa berbagai peningkatan signifikan, baik dari sisi antarmuka maupun performa sistem. Xiaomi menyematkan optimalisasi kecerdasan buatan yang lebih dalam, dengan penyesuaian berdasarkan pola penggunaan pengguna. Desain antarmuka juga diklaim lebih mulus dan responsif, terinspirasi dari pengalaman visual bergaya iOS.
Salah satu fitur utama adalah “Super Island”, sebuah area interaktif untuk notifikasi dan aktivitas berjalan yang dirancang agar lebih intuitif. Selain itu, HyperOS 3 juga diperkuat oleh Xiaomi HyperConnect yang memungkinkan integrasi lebih seamless antara smartphone, tablet, perangkat wearable, hingga ekosistem rumah pintar Xiaomi.
Belum Ada Konfirmasi Resmi Xiaomi
Hingga saat ini, Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pembatalan update HyperOS 3 untuk model-model tertentu. Meski begitu, perlambatan pengujian dan absennya update beta dalam waktu lama kerap menjadi indikasi awal bahwa dukungan software akan dihentikan.
Bagi pengguna yang ingin memantau status pembaruan perangkatnya, Xiaomi menyediakan halaman pelacakan pengembangan HyperOS yang menampilkan tahap alpha, beta, hingga rilis stabil. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi pendukung di Play Store untuk memperbarui aplikasi sistem secara manual dan mengakses fitur-fitur tertentu lebih awal.
Dengan semakin dekatnya penyelesaian distribusi HyperOS 3, kejelasan nasib sejumlah ponsel populer ini kini menjadi perhatian utama para pengguna setia Xiaomi di berbagai negara.