Xiaomi 15T vs 15T Pro: Ternyata Ini Perbedaan yang Bikin Harganya Beda 3 Jutaan!
Xiaomi resmi menghadirkan duo baru, Xiaomi 15T dan 15T Pro, di pasar Indonesia. Meski tampak sekilas sangat mirip, kedua model ini dibanderol dengan selisih harga yang cukup besar, membuat konsumen bertanya-tanya apakah perbedaan fitur sepadan dengan premi harga.
Di Indonesia, Xiaomi 15T dijual mulai Rp 6.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB, sedangkan 15T Pro dipatok dari Rp 9.999.000 untuk varian 12 GB/512 GB—selisih sekitar Rp 3 juta. Berikut perbandingan ringkas aspek utama yang menjelaskan perbedaan tersebut.
Desain dan Ukuran
Secara visual, kedua ponsel mengusung bahasa desain seri T yang elegan dengan modul kamera vertikal di belakang. Namun, material dan dimensi membuat sensasi menggenggam berbeda.
Xiaomi 15T lebih ringan sekitar 194 gram dan tebal 7,5 mm, sedangkan 15T Pro lebih terasa kokoh dengan bobot 210 gram dan ketebalan 8,0 mm. Perbedaan bobot ini muncul karena 15T Pro memakai frame aluminium lebih solid dan menyediakan coil untuk fitur wireless charging.
Keduanya memiliki layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 2772×1280 piksel. Perbedaan terletak pada refresh rate, di mana 15T mendukung 120 Hz, sedangkan 15T Pro mencapai 144 Hz. Layar keduanya telah dilindungi Corning Gorilla Glass 7i dan menampilkan desain tepian melengkung dengan bezel tipis.
Untuk pasar Indonesia, warna yang tersedia meliputi Titanium Gray, Mint Green, dan Ceramic Black.
Layar dan Tampilan
Kedua model dibekali layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 2772×1280 piksel, kerapatan hingga ~447 ppi, serta pelindung Corning Gorilla Glass 7i. Perbedaan penting ada pada refresh rate dan kalibrasi warna.
Keduanya menjalankan sistem operasi HyperOS berbasis Android 15 dengan integrasi ekosistem lintas perangkat Xiaomi. Dalam pengujian internal, Xiaomi 15T Pro mencatat skor AnTuTu di atas 1,8 juta poin, sementara 15T berada di kisaran 1,4 juta poin.
Performa dan Chipset
Segmen chipset menjadi pembeda terbesar. Xiaomi 15T memakai Snapdragon 8s Gen 3 (4nm) yang menitikberatkan efisiensi daya dan performa mendekati flagship. Varian yang masuk Indonesia: RAM LPDDR5X hingga 12 GB dan penyimpanan UFS 4.0 256 GB.
15T Pro menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, chipset andalan kelas flagship 2025, yang menawarkan peningkatan performa dan kemampuan grafis lebih tinggi. Pro juga dilengkapi vapor chamber pendingin 5.000 mm². Menurut pengujian internal Xiaomi, skor AnTuTu Pro mencapai di atas 1,8 juta poin untuk 15T Pro dan sekitar 1,4 juta poin untuk 15T.
Kamera dan Fitur Fotografi
Sektor kamera menjadi pembeda paling mencolok. Xiaomi 15T membawa konfigurasi tiga kamera dengan sensor utama 50 MP Sony IMX882, lensa ultra-wide 12 MP, dan makro 5 MP.
Versi Pro menggunakan sensor utama Sony LYT-900 berukuran 1 inci dengan dukungan OIS generasi terbaru, disertai lensa telephoto 50 MP (3,2x optical zoom) dan lensa ultra-wide 12 MP. Kombinasi ini memungkinkan hasil foto lebih tajam di kondisi minim cahaya.
Kedua model mendukung perekaman video hingga 8K 24 fps, namun hasil rekaman 15T Pro lebih stabil berkat prosesor gambar (ISP) yang lebih kuat. Kamera depan sama-sama 32 MP, tetapi versi Pro memiliki fitur autofocus dan AI Portrait Enhancement.
Baterai dan Pengisian Daya
Xiaomi 15T mengandalkan baterai 5.000 mAh dengan dukungan turbo charging 67W—klaim pengisian penuh sekitar 45 menit. Dalam pengujian Xiaomi, baterai ini mampu mendukung hingga sekitar 15 jam streaming video atau penggunaan normal selama dua hari.
15T Pro memiliki kapasitas sedikit lebih kecil, 4.900 mAh, namun menawarkan HyperCharge 120W yang diklaim mengisi penuh dalam 19 menit. Selain itu, 15T Pro mendukung pengisian nirkabel 50W dan reverse wireless charging 10W, fitur yang tidak tersedia pada varian standar. Kedua model menggunakan anoda silicon-carbon dan sistem keamanan Battery Health Guard untuk memantau suhu dan voltase.
| Spesifikasi | Xiaomi 15T | Xiaomi 15T Pro |
|---|---|---|
| Harga (mulai) | Rp 6.999.000 (12/256 GB) | Rp 9.999.000 (12/512 GB) |
| Berat / Ketebalan | 194 g / 7,5 mm | 210 g / 8,0 mm |
| Layar | AMOLED 6,83″, 2772×1280, 120 Hz | AMOLED 6,83″, 2772×1280, 144 Hz |
| Chipset | Snapdragon 8s Gen 3 | Snapdragon 8 Gen 3 |
| Kamera Utama | 50 MP (Sony IMX882), 1/1.5″, OIS | 50 MP (Sony LYT-900), 1″, OIS, 50 MP tele 3,2x |
| Baterai & Charging | 5.000 mAh, 67W | 4.900 mAh, 120W, wireless 50W |
| Sistem Operasi | HyperOS berbasis Android 15 | |
Informasi di atas merangkum perbedaan inti antara kedua model berdasarkan data resmi yang diumumkan Xiaomi untuk pasar Indonesia.
Kesimpulan
Xiaomi 15T dan 15T Pro sama-sama menegaskan posisi Xiaomi di segmen smartphone kelas menengah-atas. Versi standar menawarkan keseimbangan performa dan harga, cocok bagi pengguna yang menginginkan perangkat tangguh tanpa biaya tinggi.
Sementara Xiaomi 15T Pro menghadirkan pengalaman premium berkat chipset Snapdragon 8 Gen 3, kamera 1 inci, serta pengisian daya super cepat 120W. Dengan harga Rp9,9 juta, perangkat ini lebih ditujukan bagi pengguna profesional, gamer, dan kreator konten yang membutuhkan performa maksimal.
Dengan demikian, Xiaomi 15T Pro menghadirkan pengalaman flagship sejati, sedangkan Xiaomi 15T tetap menjadi pilihan paling rasional di kelas Rp6 jutaan.