Waspada Thermal Runaway Pada Baterai Xiaomi, Ini Protokol Keselamatan yang Wajib Diketahui Pengguna

Pengguna ponsel Xiaomi, serta pengguna perangkat elektronik lainnya, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko thermal runaway pada baterai lithium-ion. Fenomena ini, meski tergolong jarang terjadi, dapat menimbulkan konsekuensi serius mulai dari panas ekstrem, pelepasan gas beracun, hingga potensi kebakaran jika penanganan tidak dilakukan dengan tepat.

Baterai lithium-ion merupakan komponen krusial pada mayoritas ponsel pintar modern, termasuk lini produk Xiaomi, Redmi, dan POCO. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi tinggi dan efisiensi yang baik, namun tetap memiliki kerentanan terhadap kerusakan fisik, cacat produksi, atau paparan tekanan termal yang berlebihan.

Bukan Cuma Faktor Usia, Ini 7 Penyebab Baterai HP Xiaomi Cepat Turun Kapasitasnya

Apa Itu Thermal Runaway dan Mengapa Berbahaya

Thermal runaway adalah kondisi di mana suhu baterai meningkat secara eksponensial akibat reaksi kimia internal yang tak terkendali. Peningkatan suhu tersebut memicu reaksi berantai yang menghasilkan panas lebih besar, diikuti pelepasan gas beracun. Dalam skenario terburuk, fenomena ini dapat berujung pada api atau ledakan kecil.

Penting untuk dicatat bahwa fenomena ini tidak spesifik pada satu merek ponsel saja. Berbagai perangkat elektronik yang menggunakan baterai lithium-ion berpotensi mengalami hal serupa. Namun, mengingat ponsel seringkali digunakan dalam jarak dekat dengan tubuh, risiko cedera bagi pengguna meningkat jika tanda-tanda awal kegagalan baterai tidak dikenali.

Sebelum insiden thermal runaway mencapai puncaknya, baterai umumnya menunjukkan beberapa gejala yang dapat diamati. Perangkat bisa terasa sangat panas bahkan saat tidak digunakan secara intensif. Gejala lain yang patut diwaspadai adalah bodi ponsel yang mulai menggelembung atau terciumnya bau kimia yang menyengat.

Pada fase yang lebih lanjut, munculnya suara mendesis atau keluarnya asap dari perangkat merupakan indikasi kuat terjadinya kondisi darurat. Pada tahap ini, menyentuh perangkat secara langsung dapat sangat berbahaya. Baterai yang menggembung berisiko pecah sewaktu-waktu, menyebabkan luka bakar termal maupun kimiawi.

Protokol Keselamatan Saat Terjadi Thermal Runaway

Ketika tanda-tanda thermal runaway terdeteksi, tindakan cepat dan tepat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko. Perangkat yang bermasalah sebaiknya segera dijauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar. Jika memungkinkan, pindahkan ponsel ke permukaan yang aman dan tidak mudah terbakar, seperti lantai beton, keramik, atau wastafel logam, tanpa menyentuhnya secara langsung.

Area di sekitar perangkat harus segera dikosongkan untuk menghindari paparan gas beracun. Apabila ponsel sedang dalam proses pengisian daya, segera putuskan aliran listrik dari sumber utamanya. Dalam situasi di mana api mulai terlihat atau kondisi menjadi tidak terkendali, pengguna disarankan untuk segera menghubungi layanan darurat setempat.

Risiko Kesehatan dan Penanganan Medis

Asap yang dihasilkan dari baterai lithium-ion yang mengalami kegagalan mengandung zat-zat berbahaya, termasuk senyawa korosif yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap ini tidak selalu muncul secara instan; dalam beberapa kasus, dampaknya baru terasa setelah 24 hingga 48 jam pasca-kejadian.

Apabila terjadi kontak antara zat kimia dari baterai dengan kulit, area yang terkena harus segera dibilas dengan air mengalir dalam jumlah yang banyak. Pemeriksaan medis tetap sangat dianjurkan, bahkan jika tidak ada keluhan yang dirasakan pada awal insiden, untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan jangka panjang.

8 Cara Ampuh Mempercepat HP Xiaomi Agar Tidak Lemot Lagi

Edukasi Keselamatan Jadi Perhatian Utama

Para pakar keselamatan menekankan bahwa pemahaman pengguna mengenai risiko thermal runaway sama krusialnya dengan pengetahuan tentang spesifikasi teknis sebuah perangkat. Tindakan pencegahan utama meliputi penggunaan aksesori pengisian daya yang resmi, menghindari paparan suhu ekstrem, serta segera menghentikan penggunaan ponsel jika baterai menunjukkan gejala abnormal.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap protokol keselamatan ini, diharapkan pengguna ponsel Xiaomi dan merek lainnya dapat meminimalkan potensi risiko cedera dan kerusakan serius, sekaligus memastikan penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas sehari-hari tetap aman dan nyaman.