Vivo X300 Pro Raih Peringkat Kedua Kamera Terbaik Dunia Versi DxOMark
Vivo X300 Pro sukses menduduki peringkat kedua sebagai ponsel dengan kamera terbaik secara global berdasarkan penilaian terbaru dari DxOMark. Ponsel flagship Vivo ini hanya tertinggal satu tingkat dari Huawei Pura 80 Ultra, sekaligus berhasil mengungguli pesaing kuat lainnya seperti Oppo Find X8 Ultra dan Apple iPhone 17 Pro.
Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi bagi Vivo dalam pengujian DxOMark, melampaui pendahulunya, Vivo X200 Ultra, yang sebelumnya konsisten berada di lima besar. Prestasi ini menegaskan komitmen Vivo untuk memperkuat posisinya di pasar photography phone kelas atas, khususnya melalui inovasi kamera berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan video.
Skor Foto Turun Tipis, Video Melonjak Signifikan

Dalam pengujian DxOMark, Vivo X300 Pro mencatatkan skor fotografi sebesar 171 poin. Angka ini sedikit berada di bawah Vivo X200 Ultra, yang masih unggul tipis dalam kualitas foto statis. Namun, keunggulan utama X300 Pro justru terbukti pada sektor perekaman video.
DxOMark memberikan skor video 169 poin untuk Vivo X300 Pro. Skor ini menempatkannya sebagai ponsel Android dengan kualitas video terbaik yang pernah diuji oleh DxOMark hingga kini. Secara keseluruhan, hanya iPhone 17 Pro yang mencatat skor video lebih tinggi, menjadikan Vivo X300 Pro sebagai alternatif non-Apple yang sangat kuat untuk kebutuhan perekaman video profesional.
Telefoto, Zoom, dan Low Light Jadi Andalan


Laporan DxOMark menyoroti performa sangat kuat kamera Vivo X300 Pro pada aspek telefoto, kemampuan zoom jarak jauh, efek bokeh yang detail, serta pemotretan dalam kondisi minim cahaya. Stabilitas eksposur dinilai konsisten, didukung oleh dynamic range yang luas, akurasi white balance, dan reproduksi warna kulit yang natural baik pada foto maupun video.
Performa stabilisasi video pada Vivo X300 Pro juga mendapat apresiasi tinggi. Hal ini menjadikan ponsel tersebut sangat cocok untuk berbagai keperluan, mulai dari vlog, perekaman saat bergerak, hingga produksi konten sinematik. Pencapaian ini sejalan dengan strategi Vivo dalam beberapa tahun terakhir yang fokus pada pengembangan algoritma pemrosesan video dan Image Signal Processor (ISP) internal.
Masih Ada Kekurangan di HDR dan Ultra-Wide
Meskipun menempati posisi teratas, DxOMark juga mencatat beberapa area yang masih memiliki keterbatasan pada Vivo X300 Pro. Beberapa adegan HDR dilaporkan menunjukkan masalah kontras. Selain itu, sudut pandang kamera ultra-wide dinilai tergolong sempit, dan masih ditemukan artefak visual seperti ghosting serta color fringing dalam kondisi tertentu.
Pada pemotretan low light, sebagian foto terlihat terlalu agresif dalam prosesornya. Warna kulit pada subjek berkulit gelap terkadang juga tampak sedikit lebih terang dari kondisi aslinya. Namun, kekurangan-kekurangan tersebut dinilai tidak signifikan jika dibandingkan dengan keunggulan keseluruhan yang ditawarkan oleh perangkat ini.
Dengan skor DxOMark yang nyaris menyentuh puncak, Vivo X300 Pro menunjukkan lompatan signifikan, terutama di sektor video. Meskipun belum sepenuhnya sempurna, pencapaian ini menegaskan bahwa Vivo semakin mendekati level teratas dalam persaingan kamera smartphone global dan menjadi salah satu pesaing serius di segmen flagship photography phone menjelang akhir tahun 2025.