Qualcomm Luncurkan Snapdragon X2 Plus di CES 2026, Klaim Lebih Kencang dari Intel Core Ultra 7

Qualcomm kembali menegaskan ambisinya di pasar prosesor laptop dengan mengumumkan lini Snapdragon X2 Plus pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Chipset terbaru ini dirancang khusus untuk laptop Windows tipis dan ringan, sekaligus menjadi senjata baru Qualcomm untuk menekan dominasi prosesor x86 dari Intel dan AMD di segmen mainstream.

Snapdragon X2 Plus diposisikan di bawah Snapdragon X2 Elite dan X2 Elite Extreme yang lebih dulu diperkenalkan pada September 2025. Meski menyasar kelas yang lebih luas, Qualcomm menegaskan bahwa sebagian besar teknologi inti dari seri flagship tetap dipertahankan, terutama dari sisi arsitektur CPU, grafis, dan kecerdasan buatan.

CES 2026: Ini Bocoran Teknologi Terbaru dari Samsung, LG, hingga NVIDIA

Dua Varian dengan Arsitektur Oryon Generasi Ketiga

Qualcomm menghadirkan dua varian Snapdragon X2 Plus, yakni Snapdragon X2 Plus X2P-42-100 dengan konfigurasi enam inti, serta Snapdragon X2 Plus X2P-64-100 yang dibekali sepuluh inti. Keduanya menggunakan arsitektur CPU Oryon generasi ketiga, yang menjadi fondasi strategi Qualcomm dalam menghadirkan performa tinggi dengan efisiensi daya khas ARM.

Pada varian 10-core, Qualcomm mengombinasikan enam Prime core dan empat Performance core untuk menjaga keseimbangan antara kinerja dan konsumsi daya. Sementara itu, versi 6-core sepenuhnya mengandalkan Prime core. Kecepatan clock pada kedua model ini diklaim mampu menembus angka sedikit di atas 4GHz, dengan pengaturan cache yang disesuaikan untuk performa berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat.

Grafis Adreno X2-45 dan Dukungan Gaming Modern

Dari sisi grafis, Snapdragon X2 Plus mengandalkan GPU terintegrasi Adreno X2-45. GPU ini mendukung teknologi grafis modern seperti DirectX 12.2 Ultimate dan Vulkan 1.4, yang memungkinkan pengalaman visual lebih baik pada aplikasi kreatif maupun gim ringan di laptop Windows.

Qualcomm menyebut varian 10-core mendapatkan alokasi clock GPU yang lebih tinggi dibandingkan versi 6-core. Pendekatan ini menunjukkan fokus Qualcomm pada keseimbangan performa dan efisiensi, terutama untuk perangkat dengan desain tipis yang memiliki keterbatasan sistem pendinginan.

Memori, Konektivitas, dan Dukungan Multi-Display

Snapdragon X2 Plus mendukung konfigurasi memori hingga 128GB LPDDR5x, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk segmen laptop tipis dan ringan. Dari sisi konektivitas, chipset ini telah dibekali Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, serta dukungan beberapa port USB-C.

Qualcomm juga menargetkan produktivitas pengguna profesional dengan kemampuan menghubungkan hingga tiga layar eksternal beresolusi 4K secara simultan, menjadikan Snapdragon X2 Plus relevan untuk kebutuhan kerja multitasking dan kreasi konten.

Lonjakan Performa CPU, GPU, dan AI

Berdasarkan data internal Qualcomm menggunakan Geekbench 6.5, varian Snapdragon X2 Plus X2P-64-100 mencatatkan peningkatan performa sekitar 35 persen pada pengujian single-core dan 17 persen pada multi-core dibandingkan generasi pertama Snapdragon X Plus.

Di sektor grafis, Adreno X2-45 diklaim sekitar 29 persen lebih kencang dalam pengujian 3DMark Steel Nomad Light. Sementara itu, unit pemrosesan neural (NPU) generasi terbaru menghadirkan lonjakan performa AI hingga 78 persen, sejalan dengan tren laptop Copilot+ PC yang semakin menitikberatkan komputasi berbasis kecerdasan buatan.

Untuk varian 6-core, Qualcomm menyebut peningkatan performa single-core setara dengan versi 10-core, dengan kenaikan sekitar 10 persen pada multi-core dan lonjakan GPU yang lebih besar, mencapai 39 persen dibandingkan pendahulunya.

Klaim Efisiensi Ungguli Intel di Iso-Power

Salah satu klaim paling agresif datang dari perbandingan langsung dengan prosesor x86. Qualcomm menyatakan bahwa Snapdragon X2 Plus 10-core mampu menghasilkan performa hingga 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan Intel Core Ultra 7 265U dalam pengujian Geekbench 6.5 pada kondisi iso-power. Selain itu, chip ARM tersebut juga diklaim unggul sekitar 28 persen dalam skor single-core maksimum.

Qualcomm menambahkan bahwa prosesor Intel membutuhkan konsumsi daya hingga 4,6 kali lebih besar untuk mencapai performa puncaknya, mempertegas narasi efisiensi daya sebagai keunggulan utama platform ARM di laptop Windows.

Duel Chipset Flagship: Exynos 2600 vs Snapdragon 8 Elite Gen 5, Mana Lebih Unggul di Performa

Laptop Snapdragon X2 Plus Meluncur Semester I 2026

Meski klaim performa ini masih berbasis pengujian internal, Qualcomm menegaskan bahwa laptop dengan Snapdragon X2 Plus akan mulai tersedia di pasar pada paruh pertama 2026. Kehadiran chipset ini diperkirakan akan memperluas adopsi Windows on ARM, terutama di segmen laptop tipis dan ringan yang menuntut daya tahan baterai panjang tanpa mengorbankan performa.

Seperti biasa, pengujian dunia nyata dan implementasi dari masing-masing produsen laptop akan menjadi penentu sejauh mana Snapdragon X2 Plus mampu memenuhi janji besar Qualcomm di atas kertas.