Kelebihan dan Kekurangan ADVAN Macha 5G, HP Lokal 5G yang Patut Dipertimbangkan

ADVAN, merek elektronik asal Indonesia, secara resmi meluncurkan ponsel pintar 5G pertamanya, ADVAN Macha 5G, pada 9 Desember 2025. Perangkat ini hadir sebagai penantang serius di segmen menengah, menawarkan kombinasi spesifikasi canggih dan harga yang kompetitif, dibanderol mulai dari Rp 2,9 jutaan pada periode peluncuran.

Kehadiran ponsel ini menandai langkah strategis ADVAN untuk memperkuat posisi di pasar domestik yang didominasi merek global, khususnya dengan mengusung chipset MediaTek Dimensity 7060 sebagai yang pertama di Indonesia.

Peluncuran ADVAN Macha 5G ini menargetkan generasi Z yang aktif dan membutuhkan perangkat dengan performa gesit, konektivitas cepat, serta desain stylish untuk mendukung berbagai aktivitas harian, mulai dari belajar, hiburan, hingga pembuatan konten.

Dengan tagline #MachaYourVibe, ADVAN berusaha menyelaraskan filosofi minuman matcha yang segar dan energik dengan pengalaman pengguna. Ponsel ini telah tersedia secara eksklusif di platform daring sejak peluncurannya, menarik perhatian berkat fitur-fitur premium yang ditawarkan di kelas harganya.

Kelebihan ADVAN Macha 5G

ADVAN Macha 5G hadir dengan sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan menarik di kelasnya. Salah satu sorotan utama adalah penggunaan chipset MediaTek Dimensity 7060 (6nm TSMC) yang merupakan debut di pasar Indonesia. Chipset octa-core ini menjanjikan performa cepat dan efisien untuk multitasking serta pengalaman gaming yang mulus, sekaligus menjaga stabilitas sistem dan konsumsi daya.

Sektor visual diperkuat dengan layar AMOLED 6,67 inci beresolusi Full HD Plus yang mendukung refresh rate 120 Hz. Layar ini mampu menyuguhkan kontras tak terbatas, warna hitam sempurna, dan kecerahan puncak hingga 1000 nits, menjamin tampilan yang tajam dan nyaman bahkan di bawah sinar matahari langsung. Fitur pemindai sidik jari di bawah layar juga turut melengkapi kesan premium perangkat ini.

Desain fisik ADVAN Macha 5G juga patut diacungi jempol. Dengan ketebalan hanya 7,2 mm dan bobot 173 gram, ponsel ini terasa super tipis dan ringan, memberikan kenyamanan saat digenggam dan kesan premium yang sering ditemukan pada ponsel kelas atas. Material yang digunakan juga diklaim terasa mewah, sesuai dengan segmen yang ditargetkan.

Dari segi konektivitas, ADVAN Macha 5G sudah mendukung jaringan seluler 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, dan NFC. Kehadiran Wi-Fi 6 menjamin akses internet yang lebih cepat dan stabil. Selain itu, ponsel ini dilengkapi dengan fitur-fitur praktis seperti gyroscope hardware yang responsif untuk gaming dan perekaman video stabil, serta IR Blaster yang memungkinkan perangkat berfungsi sebagai remote control universal.

Kemampuan fotografi didukung oleh kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX752, yang mampu menghasilkan foto detail dan video hingga resolusi 2K pada 30 FPS. Untuk performa yang lebih optimal, ADVAN Macha 5G dibekali RAM LPDDR5 8GB dan penyimpanan internal UFS 3.1 256GB, memastikan kecepatan akses data dan kapasitas yang lega.

Ponsel ini juga menawarkan fitur ketahanan debu dan percikan air dengan sertifikasi IP64, memberikan rasa aman dalam penggunaan sehari-hari. Fitur Bypass Charging juga disematkan, memungkinkan daya dialirkan langsung ke sistem saat bermain game sambil mengisi daya, sehingga melindungi kesehatan baterai. ADVAN Macha 5G menjalankan sistem operasi Android 15 murni secara out-of-the-box dan dilengkapi asisten AI untuk menunjang produktivitas pengguna.

Kelengkapan paket penjualan juga menjadi nilai tambah, di mana ADVAN menyertakan pengisi daya cepat 33W, kabel USB Type-C, casing pelindung, dan pelindung layar yang sudah terpasang. Ini memberikan nilai lebih bagi konsumen karena perangkat siap pakai tanpa perlu membeli aksesori tambahan.

Kekurangan ADVAN Macha 5G

Di balik serangkaian kelebihannya, ADVAN Macha 5G juga memiliki beberapa catatan yang menjadi ruang peningkatan. Salah satu kekurangan yang paling disorot adalah absennya lensa ultrawide pada konfigurasi kamera belakang. Hal ini mengurangi fleksibilitas pengguna dalam memotret pemandangan luas atau foto grup di ruang terbatas, karena harus mengandalkan sudut pandang kamera utama.

Kamera depan ADVAN Macha 5G hanya mengusung resolusi 8MP. Meskipun cukup untuk panggilan video dan swafoto kasual, resolusi ini tergolong standar di kelasnya dan mungkin kurang memuaskan bagi pengguna yang menginginkan detail tinggi pada hasil swafoto mereka.

Kapasitas baterai 5000 mAh yang disematkan, meskipun cukup untuk penggunaan sehari-hari, dianggap standar dan kalah tren dari beberapa kompetitor di segmen yang sama yang rata-rata sudah menawarkan kapasitas 6000 mAh. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna dengan mobilitas sangat tinggi.

Pengalaman audio pada ADVAN Macha 5G juga kurang maksimal karena speaker yang masih mono. Hal ini mengurangi kualitas imersif saat mendengarkan musik atau menonton video, terutama dibandingkan dengan ponsel yang sudah dilengkapi speaker stereo.

Meskipun ADVAN Macha 5G menjalankan Android 15, belum ada kejelasan mengenai jaminan pembaruan perangkat lunak jangka panjang dari ADVAN. Ketidakpastian ini dapat menjadi perhatian bagi pengguna yang mengutamakan dukungan OS dan keamanan perangkat dalam jangka waktu lama.

Dari sisi performa, beberapa pengamat teknologi mencatat bahwa MediaTek Dimensity 7060, meskipun kencang dan efisien, bukanlah chipset paling unggul di kelas harganya. Ada kompetitor lain yang mungkin menawarkan performa lebih tinggi meskipun dengan banderol yang serupa.

ADVAN Macha 5G juga diketahui merupakan produk ODM (Original Design Manufacturer), yang berarti desainnya diadaptasi dari produsen lain, dengan kemiripan yang kuat, bahkan identik, dengan Lava Blaze AMOLED 2 yang dirilis di pasar lain. Hal ini dapat mengurangi aspek orisinalitas dan keunikan desain.

Ponsel ini menggunakan slot SIM hybrid, yang berarti pengguna harus memilih antara menggunakan dua kartu SIM atau satu kartu SIM dengan kartu memori eksternal (MicroSD). Pilihan ini bisa menjadi keterbatasan bagi pengguna yang membutuhkan fungsionalitas dual SIM sekaligus ekspansi penyimpanan.

Terakhir, kamera tambahan AI (QVGA) yang mendampingi kamera utama 50MP kurang memberikan nilai tambah fungsional yang signifikan. Lensa ini lebih berfungsi sebagai pelengkap dan pendukung mode tertentu, bukan untuk meningkatkan kualitas bidikan atau fleksibilitas fotografi secara substansial.